DPRD Akan Merubah Pola Reses ditengah Covid-19

Journal NTB. PRAYA.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Loteng  akan merubah pola reses dengan cara dari pintu ke pintu (dor to dor). Hal itu dilakukan, untuk menghindari penyebaran wabah virus Corona.

Ketua DPRD Kabupaten Loteng HL Rumiawan S.sos  mengatakan, reses akan tetap dilakukan pada pertengahan Mei nanti. Namun ketua dewan itu tidak menyebutkan berapa Anggaran yang akan digunakan. Sebab Anggaran di dewan  sebagian sudah dialihkan untuk membantu  pencegahan covid-19. 

"Reses adalah kewajiban anggota DPRD, dan kita tetap akan laksanakan." jelas HL Rumiawan S,sos Semen (4/05/2020) Kemarin.

Katanya, bahwasanya anggota DPRD reses adalah kewajiban, maka harus dilakukan dengan pola yang berbeda. Jika secara normal, reses dilakukan dengan cara mengumpulkan masa dalam satu titik, dan menyerap aspirasi dengan dialog, kemudian jadi masukan DPRD.

"Bentuk seperti apa yang akan dilakukan saat ini, harus disesuaikan kondisi yang ada di lapangan," ujarnya.

Menurutnya, DPRD harus hadir memberi pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat, bahwa dengan kejadian Corona ini semua anggota dewan harus hadir di tengah masyarakat, untuk membuat masyarakat tidak panik, namun tetap waspada.

"Karena pertama, jangan sampai masyarakat disuguhkan berita media sosial yang ada diluar daerah, dan kemudian menciptakan kepanikan berlebihan di masyarakat. Anggota DPRD harus hadir di tengah situasi itu, untuk memberikan pemahaman. Agar tidak panik, tapi waspada dengan cara stay at home," ungkapnya.

Terkait dengan pelaksanaan reses menurutnya lagi, harus tetap bisa dilakukan, meskipun tidak menemui konstituen secara bergerombol. Aspirasi yang diminta dari masyarakat, diubah dengan pola menyebarkan angket aspirasi."efektif atau tidak dengan pola baru tersebut, politisi Golkar tersebut mengatakan, pada intinya reses berfungsi untuk menjaring aspirasi dari konstituen. ' tandasnya.

Persoalan efektif tidaknya, kita lihat manfaat reses secara substantif. Yang pasti, dapat diambil dalam bentuk usulan masyarakat untuk kelanjutan pembangunan yang ada di kabupaten LOTENG." Tambahnya. (**)

0 komentar:

Posting Komentar