Infrastruktur dan Minim Ketersedian Air Bersih


PRAYA. Journal NTB.-com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Demokrat, Lalu.Riadi S,Sos MH turun langsung menyambangi masyarakat dalam rangka reses meliputi Dapil delapan. 

Reses kali ini guna untuk menyerap aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat yang nantinya akan disampaikan disidang pleno DPRD Provinsi NTB.

Dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Riadi menjelaskan, tujuan reses untuk mengetahui masalah-masalah yang ada di masyarakat serta harus segera ditindaklanjuti.

"Kami ingin menyerap aspirasi warga sekaligus mempelajari masalah-masalah yang harus segera ditangani," Tegasnya, Sabtu (30/5/2020).

Dalam rangka reses konstituen, Riadi menyerap permasalahan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat berupa infrastruktur jalan usaha tani, sarana Air bersih, pembinaan kelompok peternak, pembinaan pemuda dan lain-lain.

"insyaallah ekonomi pun akan berjalan lancar,kalok ada usulan, melalui reses ini,saya akan menindak lanjuti masalah-masalah tersebut."sebutnya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat dan pemuda  menyampaikan beberapa masalah yang menjadi pokok utama kebutuhan masyarakat, salah satunya infrastuktur. Ketersediaan air bersih mengingat wilayah dapil delapan sangat minim ketersediaan air bersih. 
"alhamdulillah mengenai jalan,meski belum sebaik mungkin namun sudah ada kemajuan dan itu sudah merata dimasing-masing titik."Tandasnya.

Melalui reses ini warga  berharap apa yang menjadi keluh kesah masyarakat kedepannya bisa terealisasikan.

Ia juga menyinggung kekeringan yang melanda dibeberapa konstetuennya apalagi pada musim kenarau yang berdampak pada warga kesulitan mendapatkan air bersih.

"jadi hal tersebut harapan kami semoga melalui aspirasi masayarakat minimal dibuatkan sumur bor,"harapnya. Ditengah pandemi covid 19 Reses Lalu Riadi berbeda dengan reses sebelumnya dimana Reses kali ini tetap memakai SOP arahan dari sekretariat DPRD Provinsi NTB. (*"*).

0 komentar:

Posting Komentar