Roman : Pemerintah Harus Kaji Larangan Sholat IdulFitri

PRAYA Journal NTB. Anggota DPRD Fraksi Demokrat Dapil Kopang dan Janapria Roman Adji Karunia menyatakan, Pemerintah Daerah Loteng dan jajaran Forkompinda harus mengkaji  instruksi larangan pemerintah pusat dan provinsi perihal pelaksanaan malam takbiran dan salat Idulfitri saat pandemi Covid-19.
"Kita ikuti peraturan yang ada, kalau melarang tidak mungkin, tapi kita imbau jangan dulu ditempat Zona merah. Jika memaksakan, protokol Covid-19 harus benar-benar diterapkan guna menghindari penularan dan penyebaran Wabah Corona atau Covid-19 saat salat berjamaah nantinya," katanya Selasa (19/5/2020). 

Menurut Roman, walau status Covid-19 di dapilnya tidak masuk Zona merah, ia tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Kita tetap waspada dengan musuh yang tidak terlihat ini, Covid-19 sangat membahayakan. Kendati status Covid-19 di Loteng sudah berangsur angsur keluar dari zona merah, tidak mestinya kita mengabaikan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19," ujarnya.
Ia juga mengharapkan , Kepada Pemda dan jajaran Forkompinda dan tokoh agama dapat melahirkan satu keputusan terbaik bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat malam takbiran dan salat Idulfitri.

"Kita harapkan ada satu pemikiran dari ulama dan yang lainnya untuk merumuskan keputusan terkait salat Idulfitri dan malam takbiran di kabupaten Lombok Tengah khususnya di dapilnya." Pungkas Roman. (*"*).

0 komentar:

Posting Komentar