Amburadul data Dampak Covid 19, Pedagang Cilok dan LSM Lapor Polisi


PRAYA. Journal NTB.com-
Pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD), di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur, amburadul.

KPM yang berhak mendapatkan BLT akibat dampak pandemi virus corona (covid-19) ini, justru tersingkir, dikarenakan model pendataan yang terkesan subyektif oleh oknum perangkat desa.

Informasi yang dikumpulkan Hamzanwadi Ketua LSM Lembaga Advokasi Untuk Kurupsi (LAUK) dilapangan, siapa KPM tersebut tergantung dari keinginan sepihak dari perangkat desa  Beberapa point yang menjadi fokus syarat KPM ini terabaikan.

Sahman misalnya. Warga Sengkerang dua desa sengkerang kecamatan Praya Timur yang juga pedagang Pentol di konfirmasi media, menganggap bahwa pendataan warga penerima BLT tidak adil. Bahkan, pengakuannya data kependudukannya sudah diambil dan sudah berulang kali melakukan protes kedesa malah tidak dapat." Bukan hanya saya puluhan warga sengkerang juga tidak dapat BLT DD dari desa yg terdampak covid-19." Keluhnya Senen (02/6/2020) di polres usai melaporkan Perangkat Desa Sengkerang dipolres. 

Dia juga mengaku pendataan yang dilakukan pihak perangkat desa tebang pilih bahkan tidak pernah menerima saran dari warga yang terdampak covid -19." Makanya saya didampingi LSM Lauk untuk melaporkan semua perangkat desa agar diproses secara hukum." Tutur Sahman.

Sementara Hamzanwadi juga Menyatakan, 
Kalau mau dikatakan terdampak covid-19, nama Sahmun wajib dapat karena ia  juga terdampak."ungkap Hamzan.

Bukan hanya Sahmun ada warga lain yang tidak terdata yakni masih ada puluhan warga yang terdampak covid-19 masih banyak yang tidak dapat bantuan BLT DD. 

Sementara, data amburadul tersebut  sudah dilaporkan ke pihak polres loteng." Kemungkinan masih ada beberapa warga desa lainnya yang bernasib sama." Terang Hamzan.

Kasat Reskrim polres Loteng melalui Bripka Heru Habibullah  dikonfirmasi membenarkan ada Tambahan laporan Alat Bukti dari LSM Lauk, ia  mengaku surat perintah mulainya penyidikan baru turun terkait hal tersebut."baru kita terima ne tambahan alat bukti laporan LSM Lauk, segera untuk kita tindak lanjuti."singkatnya.

Sementara itu, Bupati Loteng dalam pernyataannya di media massa, menegaskan agar data penerima dampak Covid-19 dibuka secara transparan. Siapa, kriterianya apa, jenis bantuannya dan lain-lain, ditempel dibalai desa. Hal ini agar lebih jelas dan tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan di masyarakat. (**).

0 komentar:

Posting Komentar