Lurah Leneng Kembangkan Desa Wisata Berbasis Pertanian


PRAYA.JournalNTB.com-
Pemerintah Kelurahan Leneng Kabupaten Lombok Tengah kini sedang gencar-gencarnya mengembangkan Desa Wisata berbasis pertanian. Pasalnya, di Lingkungan Embung Bengkel Kelurahan Leneng sangat menjanjikan untuk dijadikan sebuah wisata pertanian. 

Lurah Leneng, Lalu Muhammad Isnaini, S.Sos, mengatakan selain didukung letak geografis, faktor iklim dan sebagian besar masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani di Lingkungan Embung Bengkel, keasrian alam juga sangat mendukung untuk digarap sebagai Desa Wisata. 

"Daerah persawahan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain menyajikan hamparan sawah yang ditanami padi, kita juga akan konsep dipinggir-pinggir jalan ini dengan menanam aneka sayur mayur yang dirancang unik dan menarik. Nanti pengunjung bisa memetik langsung. Selain itu konsep pertanian yang akan dirancang tentunya sangat menarik untuk dijadikan spot swa poto," paparnya dihadapan beberapa awak media.

Ajik sapaan akrab Lurah Leneng juga mengungkapkan beberapa lahan milik petani juga dapat dikembangkan menjadi objek wisata. kearifan lokal dan budaya juga menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

"Selain lahan petani yang ada, lahan milik Masjid Nurul Islam Leneng ini juga akan kita kembangkan. Sekarang kita sudah menanam cabe di sana. Begitu cabe itu tumbuh dan berbuah nanti maka bisa dijadikan spot swa poto," terangnya.

Dikatakannya, untuk mendesain sebuah desa wisata pertanian harus tetap menjaga kelestarian alam serta menentukan pola tanam dan pengelolaan lahan. selain itu juga kualitas lingkungan menjadi modal penting, terutama lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami berbagai jenis sayuran seperti cabe, terong, kacang, dan jenis tanaman lainnya.

"Selain itu, promosi juga sangat penting dilakukan untuk memberi referensi kepada para pengunjung. pengunjung juga nantinya dapat berinteraksi langsung dengan para petani tentang bagaimana cara bercocok tanam yang baik. Di Kelurahan Leneng ini kami punya 8 kelompok tani. Mereka semua akan bersinergi dalam mengembangkan Desa Wisata ini," terangnya.

Dengan berjalannya Desa Wisata ini, lanjut Ajik, maka akan tercipta lapangan pekerjaan. Karena usaha tani dapat menyerap tenaga kerja dan melestarikan sumber daya alam serta meningkatkan pendapatan petani maupun masyarakat sekitar.

"Petani akan menjadi lebih sejahtera dengan adanya Desa wisata ini. Mereka menjadi lebih berfikir kritis dalam menghadapi pertanian di era globalisasi yang semakin maju," katanya. 

Sementara, salah seorang petani yang tergabung dalam kelompok tani Baru Bangun yakni Basir, berharap agar upaya yang dilakukan para petani dapat direspon dan didukung oleh Dinas terkait. Seperti halnya Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendapatan Daerah, dan Dinas lainnya.

"Untuk memompa semangat dan kreatifitas para petani sudah sepatutnya Dinas terkait memberi suport. Baik berupa alat pertanian, pupuk, maupun fasilitas pertanian lainnya," pungkasnya. (Th)

0 komentar:

Posting Komentar