Rapat Gelar Ops Lomba Kampung Sehat dan Anev GKTM TW II,Anev Ops Aman Nusa II dan Ane Satgas Nusantara Polda NTB dan Jajaran Tahun 2020

Mataram.journalntb.com-

Kapolda NTB memimpin secara langsung Rapat Gelar Operasional "Anev Lomba Kampung Sehat, Anev GKTM TW II, Anev Ops Aman Nusa II dan Anev Satgas Nusantara Polda NTB dan jajaran Tahun 2020.

Rapat ini dimulai pada pukul 08.30 wita dan juga di hadiri oleh Waka Polda NTB, Irwasda Polda NTB dan seluruh PJU Polda NTB serta di ikuti juga oleh Kapolres jajaran melalui Video Conferance.

Kapolda NTB Menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang  setinggi-tingginya atas kerja keras, loyalitas dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini, dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif di Wilayah Hukum Polda NTB
Termasuk Polres Jajaran.

Sampai Saat ini kita masih menghadapi pandemi COVID-19 yang belum dapat diprediksi kapan akan berakhir, kondisi tersebut sangat berpengaruh  terhadap gangguan Kamtibmas mengingat belum pulihnya perputaran ekonomi sehingga masyarakat merasa kesulitan didalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain itu saat ini kita sudah memasuki tahapan Pilkada serentak Tahun 2020, dimana ada 7 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota di antaranya Kab. Bima, Kab. Dompu, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Utara, dan Kota Mataram. 

Pelaksanaan Pilkada serentak di Wilayah Provinsi NTB memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi dan rentan terjadinya konflik antar kelompok masyarakat serta permasalahan merubah budaya masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru sebagai akibat dari penyebaran Covid-19 khususnya dalam pelaksaan kegiatan setiap tahap Pilkada serentak 2020 akan di berlakukan Protokol Kesehatan Covid- 19 sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Ketahanan pangan terjaminya situasi Kamtibmas tetap Kondusif.

Sebagai gambaran Trend Gangguan Kamtibmas pada TW II yaitu tindak kejahatan yang terjadi sebanyak 1.879 kasus, sedangkan pada TW I yaitu sebanyak 2.152, mengalami penurunan sebanyak 273 kasus atau 13%. Sedangkan penyelesaian perkara/Crime Clearence pada TW II sebanyak 1.240 kasus sedangkan pada TW I sebanyak 1.210 kasus, mengalami peningkatan jumlah penyelesaian perkara sebanyak 30 kasus atau 21%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa semua fungsi Kepolisian sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, namun masih terus dioptimalkan khususnya menekan kejahatan Konvensional yaitu Curat, Curas, dan Curanmor. Langkah-langkah yang harus di lakukan yaitu Conditioning Strategy ( Strategi Pengkondisian) dengan sistem Door to Door oleh anggota Polri sebagai pengemban fungsi Polmas serta lakukan koordinasi dengan fungsi Intel, lakukan Policing Strategy ( Strategi pemolisian ) dengan melibatkan masyarakat berperan aktif dalam Harkamtibmas, di lingkungan tempat tinggal/kerja dan melakukan razia Kepolisian untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana diawali dengan Patroli dalam mencegah potensi terjadinya tindak pidana baik Gangguan Kamtibmas maupun penyelesaian masalah di lingkungannya.

Mengakhiri arahan Kapolda NTB  menekankan beberapa hal yang perlu pedomani dan di laksanakan:

1. Ikuti semua tahapan dalam rapat gelar operasional TW II dengan Seksama dan sungguh sungguh.

2. Munculkan dan kelola berbagai pemikiran serta ide-ide baru dan inovatif yang dapat di implementasikan dengan mudah dan dapat di pahami oleh anggota di lapangan.
Dalam upaya mengantisipasi dan mengatasi potensi-potensi konflik yang akan muncul. 
Saat ini Polri tengah menjadi sorotan masyarakat seperti yang kita ketahui dari berbagai media massa, namun kita harus tegap fokus dan profesional dalam melaksanakan tugas pokok serta tingkat koordinasi dengan TNI dan Instansi terkait lainnya.

 3. Berikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat, selalu berada ditengah-tengah masyarakat dan jadilah Polri yang disegani dan dicintai masyarakat dengan tetap mengacu protokol kesehatan Covid-19.

4. Tingkatan kewaspadaan, dan koordinasi serta pengamanan dalam rangka mengantisipasi gejolak-gejolak yang akan terjadi di wilayah masing-masing agar situasi tetap kondusif.(***)


0 komentar:

Posting Komentar