UKM Pawon DJ Mataram Baiq Dian, Terancam di Laporkan ke Polisi.

Mataram.journalntb.com-
Pemilik UKM Pawon DJ Kota Mataram Baiq Dian Cahyani terancam di laporkan ke Polda NTB terkait dengan tindakannya yang menuduh penyedia Dapur Omah mel tidak membayar kepada UKM Abon Ikan JPS II. Merasa  tuduhannya tak berdasar dan merasa dirinya sudah membayar kepada UKM akhirnya Yuliana Ekawati Penyedia JPS II melaporkan kejadian ini ke Polda NTB.

Tindakan Yuli akan melaporkan Dian ( Pawon DJ. Red ), ke polisi sebab di nilai tindakan  Dian sudah keterlaluan. Sampai melibatkan pihak ketiga yang mengaku dari LSM   untuk menaggih pelunasan  uang ke Dapur Omah mel dan menuduh belum membayar kepada UKM. Sesuai dengan Surat Kuasa yang di buat oleh Baiq Dian Cahyani ( pawon DJ. Red). Mengatasnamakan tujuh orang UKM yang belum di lunasi, Kepada Suryansah. Sebagai penagih.

Ironisnya dari nama- nama tersebut ada empat orang yang  tidak merasa ikut memberi kuasa, namanya saja di pakai. Diantanya, Parida Masnawati UKM Tunjung Biru., Mulida UKM Pawon Inaq, Sulastri UKM Istiqomah, .........

Saat di temui wartawan Rabu ( 05/08/2020) Parida mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan kuasa untuk menagih ke Dapur Omah mel, begitu pula dengan Mulida yang mengatakan tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun. Dari pernyataan empat orang yang tercantum di surat kuasa tersebut  mereka  membuat Pernyataan bahwa keempat orang tersebut tidak pernah memberikan kuasa untuk menagih ke Dapur Omah Mel, sehingga membuat Dapur Onah Mel keberatan.

Kejadian beberapa waktu yang lalu, semua UKM sudah saya bayar ada yang sudah lunas dan ada yang masih belum lunas tinggal dua puluh persen. Dan itu tinggal menunggu pencairan dari dinas. Bukan saya tidak membayar. Ini yang harus di luruskan. Dan sekarang 05 Agustus 2020 satu persatu kami lunasi. Jelas Yuli dengan geram.

Saya akan melaporkan tindakan Dian ( Pawon DJ. Red ) ke kepolisian yang sudah mencemarkan nama baik saya dan mengusik ketenangan hidup saya. Serta membuat reputasi saya terganggu. Saya akan meminta keadilan kepada pihak kepolisian serta saya ber harap kepolisian nanti bisa menindak sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Tambah  Yuli.

Disisi lain Yuda Kurniawan UKM Andara Lombok Barat mengungkapkan keluh kesahnya menggarap Abon Ikan JPS II yang di order dari Pawon DJ dirinya di janjikan akan di bayar lunas oleh Dian (Pawon DJ. Red ) jika sudah selesai pekerjaan, tapi hingga kini sudah mencapai empat bulan belum juga di lunasi. " Saya hanya di kasih 3.200.000.  Dengan total 76.000.000 dari 8.000 bungkus." Jelas Bejo pangilan akrapnya. Bahkan  dirinya cuman dihargai 9.500. per bungkus. Harga inipun dinilai tidak wajar  karena harga sesungguhnya ke UKM 14.000 per bungkus. Pungkasnya.

Saya minta kenaikan harga ke Pawon Dj dengan harga yang wajar biar saya juga tidak terdolimi. Tambahnya penuh harap.( Fajar, Sahnun).

0 komentar:

Posting Komentar