Ancaman Keras Kapolri Kepada Anak Buah yang Berani bermain Politik Pratis

JAKARTA -Journal NTB.Com- Kapolri Jenderal Idham Azis meminta kepada seluruh anggotanya tidak boleh bermain politik praktis. Apalagi pada tahapan Pilkada 2020 yang sudah masuk masa kampanye. Idham menegaskan, tugas Polri hanya mengamankan jalannya tahapan pilkada. Artinya tidak boleh ada upaya dukung mendukung pasangan calon tertentu yang sifatnya memperlihakan Polri tidak netral. Baca Juga: Dukung Maklumat Kapolri, Ahmad Sahroni: Kalau Enggak Patuh Jangan Kampanye "Kalau ada yang melanggar perintah saya maka saya akan copot dan proses melalui propam baik disiplin ataupun kode etik," ujar Idham dalam keterangannya, Sabtu (26/9). Terkait dengan protokol kesehatan, Polri juga tegas kepada anggota yang melakukan pelanggaran. Hari ini, Mabes Polri mencopot Kapolsek Tegal Selatan Joeharno terkait acara dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo di Lapangan Tegal Selatan, pada Rabu malam (23/9) yang viral di media sosial. Baca Juga: Buruan Hapus Aplikasi Berbahaya Ini di Hp, Lihat Nih Daftarnya Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, Kapolsek Tegal Selatan Joeharno sudah dinonaktifkan dari jabatanya untuk menjalani proses pemeriksaan internal.  "Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa oleh Propam," ujar Argo. (***)


0 komentar:

Posting Komentar