Kapolres Lombok Utara Bersama Tokoh Adat Bayan


Lombok Utara-Journal NTB.Com-Silaturahim Tokoh Adat Bayan Bersama Polres Lombok Utara, Pemda KLU, TNI,Dalam rangka pelaksanaan ritual adat,  Acara maulud adat Bayan guna menciptakan Lombok Utara Nyaman  damai dan sehat  bebas Covid- 19.Bertempat di Bale adat Desa Senaru Kec. Bayan (27-10-2020).
Dalam sambutannya Camat Bayan, INTIHA, SIP, mengatakan Pertemuan  di Balai Adat Desa Senaru ini sebagai tindak lanjut dari Kesepakatan  pertemuan pada minggu lalu di Aula Kantor Camat Bayan.Sama - sama  bermusawarah terkait dengan Rencana acara Ritual Maulud  Adat Bayan. Dan  acara ini tidak bisa di undur maupun di majukan sebagaimana hitungan kalender adat Bayan" imbuhnya.
Acara ritual adat,Maulud adat Bayan yg akan di laksanakan pada hari Sabtu, 31 oktober  sampai hari Minggu 01 November 2020,  Sebagaimana Kesepakatan  pada saat pertemuan pertama di Aula Kantor Camat Bayan. Dari hasil musyawarah  mendapat kesimpulan untuk mengeluarkan himbauan secara terbatas dan acara adat tidak di larang, yang penting  memperhatikan Protokol Kesehatan( Covid-19)
Wakapolres Lombok Utara Kompol SETIA WIJATONO, SH, dalam sambutannya menyapaikan  dalam waktu dekat ini  akan melaksanakan Maulid Nabi SAW, Sekaligus Maulud adat Bayan, Intinya tetap dilaksanakan dengan memperhatikan   Protokol kesehatan (  covid 19 ) dan melaksanakan 3 M .

 
Mengharapkan kerjasama dengan Tokoh Adat,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda  untuk  sama-sama mensosialisasikan ke pada masyarakat agar  tetap  menjaga pola hidup sehat,Guna mencegah penyebaran Covid 19. Tegasnya
Di kesempatan itu Kapolsek Bayan, IPDA SUGI terkait pembahasan di Kantor Camat yaitu, rencana Ritual adat ,Maulud adat Bayan.Tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan ( covid 19).
Kegiatan Adat,  Seni dan Budaya seperti " Presean " akan di lakukan oleh Pranata - Pranata  Adat yang sudah di tentukan. Seperti Menutu (menumbuk padi) akan dilakukan oleh Praniti – Praniti adat.  Praja Mulud yang akan di lakukan oleh Pranata Pranata  adat Bayan, tegasnya.
Salah satu  Tokoh Adat Bayan Raden Gedarip  yang ditemui Awak Media menjelaskan  Maulid adat Bayan secara otomatis tidak bisa di majukan dan tidak bisa di undur sesuai kalender adat Bayan. Kegiatan Presean bisa di lakukan namun di batasi 2/3 season. Menumbuk  padi juga bisa di batasi, hanya Praniti – Praniti adat perempuan. İnan Menik  di tambah 10 orang. Dan di katakan berakhirnya menumbuk padi apabila beras yang sudah di bersihkan,  di angkat dan di rapikan tempatnya.  Bisok menik di lakukan pada hari H, dan bisa di batasi. Praja mulud ini yang bisa memicu kedatangan orang banyak yang rasa ingin tau dan menyaksikan acara tersebut.

 
Pembekel Karang Bajo, Sdr Nikrana  mengatakan dalam kesempan ini ingin mempertegas bahwa  selaku Pembekel adat, merespon rangkaian acara-acara adat untuk di pres rangkaian nya sedemikian rupa karena terkait dengan himbauan tentang protokol covid-19 dengan tidak mengurangi nilai-nilai adat. Dan  meminta bantuan dari pihak Kepolisian dan Kecamatan untuk mengamankan pada saat malam hari saat di mulainya acara presean.
Begitu juga Kades Bayan, menjelaskan pada intinya  dari Pemerintah Desa Bayan mendukung sepenuhnya kegiatan acara tersebut. Dan siap untuk membatasi kegiatan Maulid adat dengan tidak mengurangi nilai adat.  Akan melengkapi fasilitas seperti tempat mencuci tangan, masker, menghimbau melalui pengeras suara di seputaran acara ritual adat agar pelaksanaan tetap mengacu pada protokol kesehatan.(**)

0 komentar:

Posting Komentar