Sidang Perceraian Hj. Enok dengan Mantan Suaminya Masuk Tahap Pemeriksaan

Praya-Journalntb.com-Sidang perceraian Hj Enok Muthiah dan H. Fakhruddin memasuki tahap Pemeriksaan setelah Hj. Enok mengajukan gugatan rekonvensi (Gugatan Balasan) terkait harta gono-gini atau harta bersama mantan Suaminya H. Fakhruddin. Persidangan yang dimulai sejak Februari silam itu mengagendakan pemeriksaan selama dua hari yakni Kamis 8 Oktober 2020 dan Jumat 9 oktober 2020.

Dalam keterangan tertulisnya, Hj. Enok mengatakan, agenda pemeriksaan yang dilakukan petugas awalnya berjalan lancar. Petugas bahkan memeriksa sejumlah aset seperti kebun, sawah dan hewan ternak yang terletak di Desa Karang Sidemen dan desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah.

"Namun pada pemeriksaan hari pertama, saya mendapatkan keterangan, sebagian sawah dan hewan ternak sudah dijual secara sepihak oleh H. Fakhruddin,  tanpa sepengetahuan saya" Tulisnya.

Hj. Enok menambahkan,  usai sidang di kantor lurah, pemeriksaan hari kedua pada Jumat 9 Oktober 2020 dilakukan di Yayasan Pendidikan Islam Subulussalaam (YAPISBA) Gerunung. Yayasan tersebut masuk dalam pemeriksaan karena dirinya mencantumkan yayasan, tanah serta sejumlah barang-barang dilokasi tersebut masuk dalam gugatan rekonvensinya. Namun pada saat pemeriksaan, tiga orang Majelis Hakim dan tim pengacaranya dihalang-halangi sejumlah orang yang meminta agar pemeriksaan tidak dilakukan.

"Sejumlah orang yang diduga adalah suruhan H. Fakhruddin itu bersikeras kepada Majlis Hakim tidak boleh melanjutkan pemeriksaan  karena yayasan itu bukan milik H. Fakhruddin tetapi milik masyarakat." Ungkapnya.

Tak hanya menghalang-halangi, sejumlah orang suruhan tersebut menuding-nuding dan meneriaki anaknya yang juga hadir untuk tidak lagi kembali ke rumah Bapaknya.

Masih keterangan Hj. Enok, karena situasi dipandang tidak kondusif akhirnya majelis Hakim berinisiatif kembali mengajak Pemohon dan Kuasa Hukum termohon untuk melanjutkan sidang terbuka tersebut di Kantor Lurah.

Sidang kali ini awalnya berjalan aman. Agenda pemeriksaan oleh hakim bahkan dianggap cukup dan akan dilanjutkan dengan sidang tahap berikutnya dua minggu kedepan. Namun ditengah berlangsungnya siding, sejumlah orang yang diduga suruhan H. Fakhruddin tiba-tiba kembali mendatangi kantor lurah dan meneriakan aspirasinya agar majelis hakim tidak perlu mengabulkan permohonan tersebut.

"Sejatinya agenda pemeriksaan setempat tidak dimaksudkan untuk langsung menyegel lokasi, tapi atas ketidak fahaman masyarakat dan oknum tidak bertanggung-jawab sehingga agenda ini menjadi ricuh." Pungkasnya.(Sh)

0 komentar:

Posting Komentar