Tgh. Fakhrudin Klarifikasi Fakta Persidangan Perceraiannya Dengan Hj. Enok

Praya-Journalntb.com-Menanggapi berita persidangan Tgh. Fakhrudin dengan Hj. Enok yang dimuat di media ini Tgh Fahkrudin Melalui kuasa hukumnya menyampaikan klarifikasi Fakta Persidangan Perceraiannya.

Kuasa Hukum Tgh. Fahkrudin, Gilang Hadi Pratama.SH melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, Bahwa Tgh. Fakhruddin mengajukan permohonan talak untuk Hj. Enok pada Pengadilan Agama Praya pada tanggal 13 Januari 2020 melalui Tim Pengacaranya.

Kemudian pada hari Kamis, tanggal 13 Januari 2020 merupakan hari pertama memasuki sidang sekaligus Agenda Mediasi yang difasilitasi oleh Pengadilan Agama Praya dan yang menjadi Mediator adalah salah satu hakim pada Pengadilan Agama Praya.

Ketika agenda Mediasi pada waktu itu yang hadir hanya Hj. Enok dan Tgh. Fakhruddin Diwakili oleh Kuasa Hukumnya saya sendiri (Gilang Hadi Pratama.SH) dan Rekan namun klie kami mengikuti jalannya Mediasi via Telekonferensi sehingga dianggap hadir sesuai Perma Nomor 1 tahun 2016 tentang Mediasi dan Hj. Enok atau termohon talak hadir sendiri tanpa menggunakan Pengacara.

Dari hasil Mediasi tersebut, Hj. Enok menyatakan ingin berpisah dengan Tgh. Fakhruddin dan kemudian dicatat dalam Berita Acara Mediasi oleh Hakim Mediator.

Bahwa ketika memasuki tahap persidangan selanjutnya Hj. Enok mengajukan Gugatan Rekonpensi mengenai harta gono-gini.

Kemudian setelah melewati jawab-menjawab pada agenda persidangan, tiba saatnya pembuktian dari Pihak Pemohon dalam hal ini klien kami Tgh. Fakhruddin melalui Tim Kuasa Hukumnya mengajukan alat bukti surat dan saksi-saksi.

Bahwa ketika agenda saksi pada persidangan hari kamis tanggal 18 Juni 2020 klien kami mengajukan 2 (dua) orang saksi dan dari keterangan salah seorang saksi memberikan kesaksian dibawah sumpah yang tidak diduga-duga terkait prilaku Hj. Enok kepada Suaminya dan Keluarganya yang kerap keluar rumah tanpa izin suaminya, sering bergaul dengan banyak lelaki dan berkata kasar kemudian yang paling mengherankan terkait perbuatannya yang ada laki-laki pihak ketiga yg disaksikan langsung oleh saksi yang memberi keterangan dibawah sumpah pada saat persidangan.

Maka menurut kami sebagai Tim Kuasa Hukum dari Tgh. Fakhruddin "kami rasa Hj. Enok patut untuk di jatuhkan talak oleh klien kami lantaran perbuatannya sebagaimana kami amati dalam fakta persidangan"katanya.

Kemudian termohon talak mengajukan Gugatan Rekonpensi Harta Gono-Gini yang diajukan oleh Hj. Enok, ketika agenda pemeriksaan setempat oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Praya yang menangani perkara tersebut pada tanggal 8 Oktober 2020.

Pada saat Agenda Pemeriksaan Setempat untuk obyek tanah kebun di Karang Sidemen yang diklaim menjadi harta gono-gini ternyata merupakan kawasan hutan atau milik negara, sehingga sidang pemeriksaan setempat tidak dilakukan pada lokasi tersebut. Kemudian mengenai obyek tanah sawah dan hewan ternak telah dijual ketika masa perkawinan sebagaimana keterangan orang yang menggarap dan memelihara hewan ternak.

Kemudian pada tanggal 9 Oktober 2020 dilakukan sidang pemeriksaan setempat di wilayah Gerunung, Pondok Pesantren Modern Subulussalam yang dijadikan obyek sengketa harta gono-gini.

Masyarakat sekitar ketika mendengar pondok pesantren Subulussalam di gugat sontak memberikan reaksi dengan berkumpul di wilayah pondok pesantren bahkan melalukan penolakan terkait tindakan Hj. Enok yang menjadikan pondok pesantren sebagai obyek sengketa gono-gini.

Menurut tim pengacara Tgh. Fakhruddin "Hj. Enok itu pasti tahu dengan jelas bahwa tanah pada pondok pesantren yang dijadikan obyek sengketa merupakan tanah warisan dan selebihnya merupakan wakaf dari warga sekitar"

Jadi menurut kami Tim Pengacara Tgh. Fakhruddin sangat wajar jika ada respon penolakan dari warga setempat terhadap tindakan Hj. Enok yang menjadikan tanah & bangunan pondok pesantren Subulussalam dijadikan obyek Gugatan.

Mengenai obyek yang lainnya yang di gugat obyek sengketa harta gono-gini enggan ditanggapi oleh Tim Kuasa Hukum Tgh. Fakhruddin "biar nanti kita tunggu putusan dari Majelis Hakim saja".tegasnya.(Sh)

0 komentar:

Posting Komentar