Di sinyalir penuh kecurangan Pada tender Perpipaan SPAM Sigar Penjalin. LSM LIRA menggugat.


Lombok Utara-Journal NTB.com,
Sebagai lembaga kemasyarakan yang selalu bersinggungan dengan kepentingan masyarakat LSM LIRA tergerak untuk mengawal setiap proses tender proyek agar tidak ada kecurangan yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang akan mementingkan dan menggendutkan dirinya sendiri. Kali ini LSM LIRA menyoroti adanya ketidak beresan pada Proyek Perpipaan SPAM di Lombok Utara Nusa Tenggara Barat.

Indikasi adanya kecurangan pada proses tender Perpipaan SPAM di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten  Lombok Utara,  LSM LIRA tak terima dan datangi Direktur Keberlanjutan Konstruksi Kementerian PUPR di Jakarta dan menghadap  Kimron Manik padal 14 November 2020. 
Dalam hal ini  masyarakat Kabupaten Lombok Utara diwakili oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyampaikan adanya dugaan tender bermasalah pada "Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM"  di  daerah Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung, untuk kawasan Gili Air Kabupaten Lombok Utara. Dalam proses tender menurut LSM LIRA terindikasi adanya  penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat terkait Pada proses tender tersebut. 

Lembaga Swadaya Masyarakat LIRA menemukan kejanggalan pada proses evaluasi kualifikasi dokumen yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga 
nantinya akan berakibat kontruksi bangunan tidak bertahan lama serta bisa
menimbulkan kerugian negara akibat pekerjaan yang tidak  sesuai, terlebih akan merugikan masyarakat di daerah Kabupaten Lombok Utara NTB. 

Dalam pertemuan tersebut Gubernur LSM LIRA, Haifah Akbar, A.md, SS yang diwakilkan oleh Ketua Bidang komunikasi dan Hukum LSM LIRA, Andi Setyanof, SH menyampaikan, " Dari penelusuran kami, ada oknum pejabat di lingkungan Instansi terkait yang dengan sengaja menyalahgunakan wewenang pada proses tender  Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Sigar Penjalin untuk Kawasan Gili Air Kabupaten Lombok Utara sehingga oknum tersebut mengarahkan pemenang pada tender tersebut". Terang Andi.


LSM LIRA juga telah menyerahkan dukumen hasil penelusuran terkait penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat di Intansi terkait tersebut. 

"Kami menemukan beberapa indikasi kecurangan pada proses penetapan pemenang lelang yang akan merugikan Negara khususnya masyarakat Lombok Utara. Kejanggalan tersebut adalah salah satunya menghilangkan syarat yang kami nilai sangat vital yaitu Tenaga Ahli Terowongan dan Tenaga Ahli dalam bidang Pengelasan dan Pemotongan Pipa bawah laut", lanjut Haifah. 

"Kami akan terus mengawal proses lelang 
Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Sigar Penjalin untuk Kawasan Gili Air Kabupaten 
Lombok Utara hingga dalam proses tender dan pengerjaan bebas dari praktek penyalahgunaan wewenang yang merugikan  Negara dan Masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat, " Tutup Haifah. ( SHN-Fjr).

0 komentar:

Posting Komentar