Pengosongan Land Clearing motoGP Tahap Kedua Lancar


PRAYA.Journal NTB.Com-
Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho bersama Jajaran Polda NTB terlihat paling sibuk terkait pengosongan lahan Sirkuit MotoGp Mandalika. Terlihat Kapolres Memakai sepeda motor jenis Yamaha Treker memantau proses Land Clearing MotoGP Mandalika. Sesekali Kapolres itu terlihat selfe berphoto dengan para petugas ITDC. Apakah karena suka melihat gaya Kapolres ataukan motornya yg mnejadi daya tarik." Dek minta tolong ambilkan photo saya dengan Kapolres." Ujar salah seorang petugas ITDC dilokasi lahan Pembangunan MotoGP. Puluhan anggota polres terlihat berjaga dilokasi lahan Land Clearing, disetiap sudut ada aja polisi yang berjaga. Bahkan setiap pengunjung ditanya apa tujuan ke lokasi MotoGP. 

Berikut Liputan Journalis JournalNTB Terkait Proses Land Clearing motoGP.

Proses Pelaksanaan pengosongan lahan tahap kedua di lahan Pembangunan lintasan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, berjalan Lancar sesuai dengan harapan. Pasalnya warga yg  mengklaim lahan area lahan sirkuit MotoGP berlapang dada dan mengikhlaskan tanah tersebut." Saya masyarakat biasa, sebagai warga negara yang taat ,saya ikhlas dunia akherat melepas lahan saya untuk dijadikan Sirkuit MotoGP. Sebab ini bertujuan untuk kemajuan daerah Loteng dan NTB pada umumnya Indonesia. jika ini demi kemaslahatan masyarakat luas maka saya ikhlaskan," kata Haji Jinalim Asal Desa Kuta Kecamatan Pujut (16/11/2020) 

Pihaknya juga mendukung penuh semua pihak yang terlibat dalam pembangunan sirkuit MotoGP. Pasalnya, proyek tersebut diyakini membawa dampak positif bagi masyarakat. Khususnya, masyarakat sekitar KEK Mandalika.

"Ini keputusan murni dari saya tanpa ada tekanan. Setelah saya pikir matang-matang akhirnya lahan tersebut saya ikhlaskan demi percepatan pembangunan sirkuit MotoGP," Paparnya dihadapan media.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Hartanto, berrharap pembangunan sirkuit Mandalika berjalan aman dan lancar dalam proses Land Clearing. Demikian juga pemilik lahan  Arifin Tomy juga mengikhlaskan lahannya jika untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Tengah. Pihaknya juga mendukung pembangunan mega proyek MotoGP. 

"Tanpa unsur paksaan dari siapapun, saya mengikhlaskan lahan seluas 1,O23 hektar sebagai tempat dibangun serkuit MotoGP Kek Mandalika," jelas Tomy.

Ditegaskan, pembangunan sirkuit Mandalika yang saat ini sedang dikerjakan tidak boleh ada halangan. Saatnya memikirkan kemaslahatan orang lain. 

"Sebagai warga negara yang patuh dan taat pada negara dan tidak disebut penghambat pembangunan, saya ikhlas," tegasnya.

Pihaknya akan tetap berupaya menempuh jakur hukum, nanti akan dilakukan, sesuai dengan apa yang dikatakan Kapolda NTB. "saya sudah dipanggil Kapolda, saya jelaskan secara panjang lebar, setelah dijelaskan oleh Kapolda, saya merasa tidak mau disebut penghalang, sehingga saya ikhlaskan, namun di sisi lain upaya hukum bisa dilakukan dan itu pasti ditempuh," ujarnya.
Ia menjelaskan, hak milik berupa sertifikat sudah ia pegang. Itu sebagai alas kepemilikan yang sah.

"Cuma saya tidak mau disebut penghalang pembangunan saja. jalur hukum tetap saya akan lakukan." Kata Tomy.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho menyatakan pelaksanaan Land Clearing berjalan aman dan kondusif. Jumlah lahan yang dilakukan land clearing sebanyak 3,5 hektare. 

"Semua berjalan aman. Warga sangat mendukung pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika, kita semua bangga dan Atas pembangunan MotoGP yg menjadi ajang Balap berkelas internasional itu." Kata Kapolres Esty. Pembangunan MotoGP ini ditargetkan Juni 2021 mendatang sudah tuntas. (Rdi)

0 komentar:

Posting Komentar