Reskrim Dalami Motif Soal Caci Maki KeluargaTGH Najamudin Muhajirin


PRAYA.JournalNTB.Com-
Pelaku penghina TGH Muhammad Najamuddin (Datok Odin) kini masih menginap dijeruji besi polres loteng. Sebelumnya Beruntung pihak penyidik polres Loteng langsung mengamankan Pelaku.

Dari keterangan pihak penyidik pelaku berinisil MZ 38 tahun warga Srengat Kecamatan Praya Lombok Tengah ini, adalah warga yang masih awam dan baru-baru mengenal media sosial.': pelaku tidak ada niat untuk menghina Datok Odin apalagi sampai mencaci maki di media Sosial FB." Jelas Kasat Reskrim AKP I Putu Agus Indra kemarin.

Lanjut Kasat, 
Hasil di TKP Perlaku ini dari profilnya terdapat sejumlah Poto poto para Tuan guru," memang dia mengaku  suka dan merasa bangga bila menyimpan foto-foto tuan guru dan tokoh-tokoh yang dikaguminya di handphone-nya. Termasuk foto Datoq Odin,"beber Kasat.

Penyidik bertanya latar belakang mengunggah Poto Datoq Odin, pelaku menjawab  Memang ditanya bahwa dirinya kesal dengan dua orang keponakanya terkait dengan tanah waris keluarganya, dan kekesalan itu hendak diunggah menjadi status facebooknya, entah karena salah klik atau bagaimana yang teruploud pada status facebooknya itu adalah foto Datoq Odin yang lama ia simpan di handphone-nya.

"Padahal masalah dia dengan foto itu tidak berkaitan sama sekali, dia malah mencoba menghapus namun tidak bisa dia lakukan karena belum mengetahui soal cara menghapusnya."ujar Kasat.

Yang lebih parah lagi lanjut Kasat, yang bersangkutan sama sekali tidak bisa menjelaskan banyak terkait dengan berbagai hal soal media sosial.

Namun demikian lanjut Kasat, karena hal tersebut telah menyebabkan adanya reaksi dan bahkan telah ada pelaporan dari pihak keluarga sebanyak tiga orang yaitu Ustad Bajuri  dan keluarga, maka kasus tersebut terus ditindak lanjuti bahkan menjadi prioritas pihak Mapolres Loteng.

Kasus tersebut saat ini sudah masuk tahap penyidikan dan telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan dikenakan undang-undang ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

"Kami telah menemukan dua alat bukti dalam kasus tersebut. Antara lain handphone dan screenshot status dan foto yang diuploud di dunia maya. Karena salah satu bukti diambil di dunia maya, maka ada cara-cara khusus untuk melakukan penyitaan."jelas I Putu Agus Indra Permana. Penyidik polres Loteng saat ini masih mendalami kasus dibalik  penghinaan terhadap ulama yg tersohor di Indonesia ini, "untuk selanjutnya kita akan memberitahukan  rekan rekan media perkembangan selanjutnya." Jelas AKP I Putu  Indra Permana.(**).

0 komentar:

Posting Komentar