Tahap Kedua Lahan ITDC mulai Proses Land Clearing


PRAYA.Journal NTB.Com
Pembangunan Sirkuit MotoGp ditargetkan akhir Desember sudah mulai pengaspalan. Pihak Tim Kunstruksi Dalam hak ini ITDC harus mengosongkan lahan sekitar 5,5 hektar lebih. Pembebasan kali ini sudah tahap kedua. Demikian kata Wawan Haryono Ketua Tim Tehnis ITDC Minggu (16/11/2020) berlangsung di Praya. 

Sekitar 400 Anggota Brimob  Pihak polres Loteng dan akan dikerahkan pada  proses Land Clearing lahan sirkuit motoGp pada besok hari ini (Senen red) 

Wawan Haroyono Menjelaskan, setelah tim dibentuk juni lalu dan sukses melaksanakan proses Land Clearing tahap pertama, maka selanjutnya akan dilaksanakan proses Land Clearing tahap kedua.

Sejak memulai bekerja pada bulan Juni 2020 lalu dirinya telah melakukan identifikasi dan sekaligus verifikasi dengan melakukan pengumpulan seluruh dokument dari seluruh pihak terkait sengketa lahan tersebut, dimana masih saja ada masalah terkait masalah lahan namun sudah bisa diatasi meski masih ada warga yg masih mengklaim namun pihknya kita persilahkan ke proses hukum. Bagi warga yg belum terbayar maka akan dibayar melalui Pengadilan.
"Tim telah  mengunpulkan dokument tanah baik dari warga, pemerintah desa, kecamatan, BPN, Polres, ITDC, Kejaksaan hingga dokument yang dimiliki pemprov. Semua telah kita kumpulkan dan kita lakukan identifikasi terhadap persoalan tanah lahan ITDC.' jelas Wawan Haroyono.

Ditemukan ada tiga klaster permasalahan terkait dengan lahan sirkuit motoGP itu. Pertama klaster tanah inclave. Dimana lahan inclave ini adalah lahan yang termasuk lahan KEK namun berada di luar lahan HPL yang telah dimiliki oleh ITDC.
Untuk lahan Inclave ini sudah ada solusinya, dimana ITDC harus melakukan pembayaran dan dana pembayarannya sudah dititip ke pengadilan negeri dan tinggal menunggu keputusan pengadilan saja, baru pemilik akan ambil dana di PN."jelasnya.

Kemudian kedua klaster selanjutnya  yakni klaster lahan klaim. "dimana hingga saat ini ada 17 titik lahan yang diklaim oleh warga, namun sejauh ini pihak ITDC masih memiliki posisi yang lebih kuat sebagai pemilik dan ini juga akan diselesaikan dengan baik tanpa ada merasa dirugikan oleh pihak ITDC. "Ada  warga yang mengklaim ada yang hanya mengandalkan surat sporadik sebagai alas haknya dan lain lain,." Beber Wawan Haroyono

Selain 17 titik ada penambahan 9 titik klaim baru sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM, namun semua telah ada solusinya untuk bisa dituntaskan permasalahanya.

Dan yang terakhir lanjutnya klaster lahan yang diduduki warga. Dimana terkait dengan hal ini, telah ada solusi dengan disiapkanya Hunian Sementara bagi warga tersebut.

Untuk proses Land Clearing tahap kedua besok akan dilakukan pada empat titik lahan. Antara lain, pada lahan atas nama Sinalim, Gema Lazuardi, Arifin Tomi dan Amaq Mangin dkk. Wawan Haroyono ia berharap
Land Clearing tahap kedua besok bisa berjalan dengan baik. Visi semua kita, bagaimana motoGP ini bisa terselenggara." Ini akan sangat membawa keberkahan bagi bangsa dan masyarakat, momentum ini jangan sampai hilang," pungkas Wawan Haroyono.


Dilokasi Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto pada kesempatan tersebut mengingkatkan, agar semua pihak menyampaikan narasi yang menyejukkan sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,' khususnya berkaitan dengan pembangunan sirkuit motoGP tersebut."dalam upaya tercapainya keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat, khususnya Loteng, NTB dalam mengamankan kegiatan Land Clearing dan semua proses pembangunan di KEK Mandalika, senantiasa akan dilakukan dengan upaya-upaya persuasif. Kesabaran kami, kami pastikan jauh lebih tinggi dari pemilik tanah."jelasnya.

Sesuai dengan yang telah dilakukan dan himbauan, pihak masyarakat yang masih merasa punya hal-hal yang belum tuntas terkait dengan lahan di KEK tersebut, Polda terus menghimbau agar masyarakat menempuh dengan cara-cara yang baik. Diantaranya dengan menempuh proses hukum sesuai yang diatur oleh negara.

Pengamanan besok, secara teknis semuanya atas kendali Pak Kapolres Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho S.I.K mengingatkan, bagi masyarakat yang ingin menonton atau datang ke lokasi Land Clearing, maka diharapkan jangan sampai membawa senjata tajam apapun bentuknya.

"Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami akan tindak tegas bagi mereka yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban." Tegas AKBP Esty." Sedikitnya 400 Anggota Brimob Polres Loteng dan NTB akan diterjunkan dalam pengamanan." Jelas Kapolres.

Pihak polres telah berkoordinasi dan menyampaikan terkait dengan Land Clearing tahap ke dua ini ke sejumlah tokoh masyarakat setempat, sekaligus kepada semua pemilik lahan yang menjadi titik dilaksanakanya Land Clearing." Semoga proses Land Clearing ini bisa berjalan sesuai dengan harapan, kita semua mendambakan MotoGp karena bagaimanapun pembangunan ini akan berdampak kepada kemajuan daerah Loteng dan NTB khususnya dan indonesia pada umumnya. Demikian Kapolres. Ratusan Triliun pemerintah RI telah Anggarkan demi pembanguan MotoGp tersebut  maka kita berharap dengan dana itu kita bisa manfaatkan untuk kemajuan kita bersama.' tambah Joko Santoso Tim Kunstruksi pembangunan Lahan Sirkut MotoGp. (*"*).

0 komentar:

Posting Komentar