Kontes Selancaran Di Dikuta Segera digelar



PRAYA, Journal NTB.Com-Ditengah bencana non alam pandemic covid 19, sector pariwisata hamper bisa dikatakan lumpuh total. Kami para pimpinan industry hotel dan restaurant merasakan beban moral yang sangat besar ketika kami terpaksa harus merumahkan satu per satu karyawan kami untuk bisa tetap bertahan.

Tentu kita tidak bisa tinggal diam menunggu bintang jatuh dari langit. Kita harus membangkitkan kembali ladang kita tempat bergantung ratusan ribu keluarga di Pulau Lombok khususnya  NTB pada umumnya. Demikan sambutan Samsul Bahri Ketua Umum MHA pada Acara  Pebukaan dimulainya Kontes Selancaran dikampus Pokterkpar Lombok Tengah Sabtu (12/12) Kemarin. Acara surfing itu menurut rencana akan diadakan  senen tanggal 16 Desember mendatang (empat hari lagi) di Kuta Lombok NTB. 

Kata dia, Kenapa kontes surfing diadakan oleh para pengusaha Hotel, KEK Mandalika jauh sebelumnya terkenal sebagai salah satu surfing town terbaik, sepanjang pesisir selatan kita dari wilayah Selong Belanak sampai Ekas Lombok Timur memiliki daya Tarik ombak yang sangat menantang peselancar dunia. Ini salah satu alasan besar mengapa Lombok menjadi destinasi pilihan. Tidak hanya soal moto GP, kita memiliki sejuta atraksi termasuk surfing (Selancaran) ini salah satunya. Event ini kita gelar untuk mengukuhkan posisi Mandalika Lombok sebagai salah satu kiblat baru pariwisata dunia.'

Dengan ini sekali lagi kami berharap, dapur dapur kembali mengepul, bisnis transportasi dan akomodasi bergairah kembali dipenghujung tahun 2020 sebagai salah satu kado terindah di hari ulang tahun NTB ke 62. Sehingga jelas, tahun 2021 kita siap lepas landas.' jelas Samsul Bahri dikampus Pokterkpar Lombok Tengah.

Kepada teman teman panitia kami selalu menekankan agar penyelenggaraan event harus betul betul memastikan pelaksanaan protokoler kesehatan covid 19. Event ini sebagai salah satu event percontohan dimasa pandemic sehingga kedepannya tidak ada lagi keraguan, bahwa kita di Lombok mampu menyelenggarakan kontes nasional dan internasional meski pandemi sedang melanda.

Terima kasih kepada teman teman panitia yang sudah menghibahkan waktu tenaga dan materi mempersiapkan hingga suksesnya acara ini nantinya. Yakinlah usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Tetap semangat dan yakin kita akan sukses demi anak anak kita, karyawan kita, masyarakat kita.

Kita proyeksikan setidaknya 5 milyar nilai perputaran ekonomi akan masuk di Mandalika dan sekitarnya melalui event ini.

Terima kasih semua pihak, pemerintah kabupaten Lombok tengah, pemerintah provinsi NTB, kementrian pariwisata, ITDC, semua sponsor dan para relawan yang sudah membantu. Yakin  Tuhan yang maha kuasa akan membalas dengan sebaik baik pembalasan. Sukses pariwisata kita, maju daerah kita. 




Dalam acara itu terlihat hadir Bapak H. Lalu M. Faozal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB,
Bapak Haji Lendak Jayadi S,sos Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang mewakili Bupati Lombok Tengah,
Yang terhormat Ibu Ranny William selaku perwakilan ITDC
Yang terhormat Bapak Tipi Jabrik, Sekretaris Jendral Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI),
Yang terhormat Ibu Jourena Juliet, Head of Project MHA Open 2020,
Yang terhormat Bapak Candra, Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB,
Yang terhormat Bapak Dede Suryana (Atlit Surfing Profesional),
Bapak/Ibu peserta Press Conference Mandalika Hotel Association (MHA) Open 2020 Surfing Competion.

Pandemi Covid-19 berdampak pada terjadinya pembatasan dan penutupan pada sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk di destinasi wisata Indonesia.
Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional (DSPN) juga sangat terdampak pandemi Covid-19 ini.
Dengan Kontes Surfing Nasional ini, kita meyakini bahwa roda ekonomi yang sedang terpuruk akan bisa kembali berputar membawa domino effect untuk perekonomian dan membangkitkan semangat baru bagi masyarakat Lombok.

Tujuan Kegiatan
Mengegaskan posisi sebagai Destinasi Pariwisata Terbaik di skala nasional maupun internasional.
Menunjukkan bahwa Mandalika sudah sangat siap menyelenggarakan event besar meski pandemi masih berlangsung.
Menggerakkan ekonomi lokal dan nasional, khususnya di bidang pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya.
Menegaskan bahwa iklim invetasi Mandalika tidak tergantung oleh pandemi Covid-19.
Mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Mandalika  yang sudah siap dengan protokol kesehatan.


Di masa pandemi Covid-19 muncul kekhawatiran masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata, mengingat virus Covid-19  yang dapat menyebar dengan mudah dari individu ke individu lainnya. Meski demikian, Kemenparekraf tetap optimis bahwa pariwisata Indonesia khususnya di wilayah Mandalika akan bangkit kembali, salah satunya melalui kegiatan wisata surfing. Wisatawan surfing memiliki karakter khusus yaitu mencari destinasi-destinasi pantai yang masih sepi, dan biasanya mereka memiliki durasi kunjungan (length of stay) yang panjang karena mereka memiliki kebutuhan untuk berlatih di satu lokasi surfing secara berulang-ulang.
Selama masa pandemi kompetisi surfing tetap dilakukan di berbagai negara dunia termasuk di Indonesia, karena surfing merupakan kegiatan yang tergolong berisiko rendah dalam penularan virus, dengan pertimbangan bahwa surfing dilakukan di ruang terbuka perairan, dilakukan secara individual, dan tidak melibatkan kontak fisik antar individu.
Asosiasi-asosiasi surfing di dunia juga sudah memiliki dan menerapkan protokol kesehatan. Untuk di Indonesia, protokol kesehatan surfing dibuat dan ditetapkan oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) selaku organisasi resmi yang memayungi para peselancar di skala nasional.
Wisata surfing termasuk salah satu jenis wisata minat khusus yang menjadi perhatian Kemenparekraf karena memiliki peminat yang sangat banyak di skala internasional. Wisata surfing di Indonesia juga memiliki nilai pariwisata yang kuat serta potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata untuk surfer-surfer dari luar negeri, khususnya dari negara tetangga kita Australia. 
Kompetisi surfing MHA Open kali ini diikuti oleh sekitar 170 peserta dari berbagai wilayah Indonesia yaitu Lombok, Dompu, Sumbawa, Mentawai, Bali, Kupang, Nias, dan Jawa Barat. Ada juga sejumlah peserta dari kalangan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia yaitu WNA dari Australia, Brazil, Amerika, Rusia, dan Afrika Selatan.
PSOI sudah mewajibkan seluruh peserta kompetisi untuk mengikuti rapid test sebelum memulai kegiatan, menjaga jarak, serta memakai masker selama kegiatan di darat. 
Peserta kompetisi dibagi ke dalam kategori Men Open, Women Open, Under 16, dan Mandalika. Setiap kategori dibagi lagi ke dalam beberapa heat, di mana 1 heat berisi 4 orang peserta dengan jadwal selancar yang berbeda untuk mencegah terjadinya kerumunan selama kegiatan berlangsung. Kompetisi dibagi ke dalam Ronde 1 dan Ronde 2 untuk babak penyisihan, Ronde 3 untuk babak semifinal, dan Ronde 4 untuk babak final. Dari sekitar 170 peserta hanya 8 orang yang akan masuk babak semifinal, dan hanya 4 orang yang akan masuk babak final. Penjurian dilakukan dengan bantuan aplikasi sehingga hasilnya akurat dan bisa diakui secara global.
Kompetisi surfing ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Mandalika dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Kekhawatiran calon wisatawan maupun calon investor mampu terjawab dengan kegiatan Kontes Surfing Nasional yang kita gunakan sebagai kampanye bersama.
Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi pelaku pariwisata dalam menghadapi masa krisis, sekaligus mempersiapkan sektor pariwisata untuk kembali booming setelah pandemi Covid-19 berlalu.
Terima kasih kepada panitia penyelenggara, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan MHA Open 2020(Rdi)

0 komentar:

Posting Komentar