Ops Yusutisi di Pelabuhan Poto Tano, Puluhan Warga Kedapatan Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

Sumbawa Barat.journalntb.com- Anggota Polsek Kawasan Laut Poto Tano bersama anggota piket TNI pelabuhan Tano memberikan sanksi kepada 32 orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan yaitu tidak menggunakan masker saat memasuki wilayah pelabuhan penyeberangan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (27/12). 

Dari 32 orang yang diberi sanksi diantaranya kebanyakan supir truk yang hendak menyebrang ke pulau Lombok. 

 Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Poto Tano melalui Paur Humas Polres Sumbawa Barat Ipda Eddy Soebandi S.Sos saat ditemui di Taliwang, Minggu, mengatakan, kegiatan Ops yustisi ini terus dilakukan untuk mencegah penyebaran covid 19 dan menyadarkan masyarakat untuk turut serta mendukung implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020, perda Prov NTB nomor 7 tahun 2020 tentang penyakit menular. 

Dalam operasi yustisi tersebut personil memeriksa semua kendaraan yang keluar masuk pelabuhan Poto Tano dan jika didapat warga tidak mematuhi prokes maka akan diberikan sanksi teguran, sanksi sosial bahkan sanksi denda.

"Kita harus tegas dalam menerapkan protokol kesehatan karena hingga saat ini di Kabupaten Sumbawa Barat masih terdapat kasus covid 19", katanya. 

Ia menilai jika virus ini disepelekan dan masyarakat tidak serta merta mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah maka kita tidak akan tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. 

"Untuk memutus mata rantai ini tidak bisa hanya pemerintah dan aparat tetapi harus didukung juga oleh masyarakat", ujarnya.

Ia berharap agar warga yang keluar masuk pelabuhan Poto Tano tetap mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker menjaga jarak dan dan mencuci tangan dengan air bersih atau menyediakan hand sanitizer di kendaraan mobil atau motor. 

Eddy juga meminta warga Sumbawa Barat agar tetap menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing, dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dia juga meminta masyarakat agar tidak mempercayai atau menyebarkan berita bohong atau hoax.(red)

0 komentar:

Posting Komentar