Sedikitnya 64 Cakades Deklarasi Pilkades Damai


PRAYA. JournalNTB.Com-
Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (DPMD), Kapolres , Dandim 1602 Loteng Menggelar acara Deklarasi Pilkades Damai berlangsung di kantor Bupati Loteng Senen (21/12/2020) kemarin. 

Acara digelar dimasa tenang itu, DPMD mengundang semua calon kepala Desa  yang akan melaksanakan  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  yang akan dilaksanakan secara serentak di 16 desa di Lombok Tengah pada Rabu, 23 Desember 2020 mendatang. 


Selanjutnya, DPMD  berharap  Deklarasi Pilkades Damai dan Taat Protokol Kesehatan (Prokes). Kepala DPMD Loteng, Jalaludin menjelaskan, bahwa deklarasi damai ini sudah menjadi tradisi Pemkab Loteng sebelum pelaksanaan atau menjelang penghitungan suara dilakukan. Tujuannya kata Jalal, yakni untuk menyukseskan Pilkades serentak secara aman, damai, tertib dan lancar. Selain itu bagaimana ini bisa dijadikan ajang membangun komitmen bersama semua pihak tentang pelaksanaan Pilkades sesuai dengan Prokes Covid-19. Termasuk juga bagaimana agar komitmen bersama antara semua Cakades bisa terbangun dari awal dengan harapan saat pelaksanaan dan setelah selsai Pilkades tetap menjaga keamanan dan ketertiban di desa.

"Dan Pilkades tahun ini merupakan Pilkades gelombang ketiga atau terakhir di Loteng dalam kurun waktu 6 tahun sejak tahun 2016. Atau sejak berlakunya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tengang desa, semua surat suara mulai hari ini (Selasa red) sudah mulai didistribusikan oleh dinas DPMD Loteng dengan pengawalan ketat oleh pihak polisi Loteng. Sedikitnya  200 TPS yang dari 16 desa yang akan dilakukan pendistribusian." Jelas Jalaludin.  Sesuai dengan UU desa diatur bahwa pelaksanaan Pilkades secara serentak itu dilaksanakan secara bergelombang  paling banyak tiga kali dalam jangka waktu 6 tahun. Atas aturan inilah, pihaknya dari awal sangat menginginkan juga agar pelaksanaan Pilkades dilaksanakan awal tahun ini. Hanya saja, karena adanya pandemi sehingga mengharuskan adanya penundaan pelaksanaan hingga Desember ini." Pelaksanan pilkadas tetap dengan aturan prokes di saat pandemi, demikian juga masker kita tetal akan sediakan Di masing masing TPS." Terang Jalaludin.



Dari Data yang ada  sebanyak 16 desa yang akan menyelenggarakan Pilkades tersebut diantaranya, desa Pengengat, Gapura,  Mertak Kecamatan Pujut. Selanjutnya Desa Banyu Urip, Bonder dan Desa Mangkung di Kecamatan Praya Barat. Kemudian  Desa Beleka dan Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur  serta Desa Beraim dan Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah. Selain itu, Desa Darmaji Kecamatan Kopang, Desa Pendem Kecamatan Janapria, Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara (BKU) dan Desa Jelantik Kecamatan Jonggat. Terakhir  Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya,  Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata.

"Dari 16 desa ini terdiri dari 64 Cakades," terang Jalaludin. 

 Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri dalam sambutanya menyatakan,  pelaksanaan Pilkades ini merupakan suatu proses yang harus dialui karena itu merupakan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Dimana, Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi, untuk mencari seorang pemimpin harus melalui pemilihan secara demokrasi. Untuk itu, ia berharap agar amanah peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut bisa dilaksanakan dengan aman, damai, kondusif dan lancar. Artinya, siapapun terpilih dan tidak terpilih nantinya, hendaknya menjaga Kamtibmas di desa masing-masing.


Pilkades ini hanya jalan atau proses untuk mendapatkan pemimpin di tingkat desa. Jadi, dari 64 Cakades di 16 desa yang Pilkades ini, pasti hanya 16 orang yang akan terpilih. Tentu akan ada 48 orang yang tidak terpilih. Bagaimana rekan-rekan yang tidak terpilih nanti tetap menjaga Kamtibmas dan yang terpilih menjaga pendukungnya agar tidak memeriahkan kemenangan dengan cara yang berlebihan," ujar Wabup.

 Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho juga menyatakan,  beberapa hal kepada para Cakades. Diantaranya, Kapolres berpesan agar Cakades harus bisa menghadirkan saksinya masing-masing di TPS. Sehingga ada keterwakilan dari Cakades untuk menghindari terjadinya polemik. Artinya, Pilkades bisa berjalan lebih aman, jujur, tertib, lancar dan kondusif.

"Jadi kehadiran para saksi di masing-masing TPS untuk menghindari fitnah dan menghindari dugaan kecurangan," jelas Kapolres.

 Pihaknya sudah menyiapkan tenaga pengamanan baik dari Polres, Kodim dan Pol PP dan personel BKO dari Polda NTB yang semuanya nantinya berjumlah  1.000 lebih personil. Itu dilakukan karena ia ingin memastikan Pilkades ini bisa berjalan seperti pelaksanaan Pilkada lalu.

"Kuncinya bukan di kami, tetapi dari para Cakades yang berkompetisi," terang Kapolres.

AKBP Esty Nugroho juga berharap kepada para Cakades, baik tim pemenangan maupun simpatisannya untuk tidak melakukan upaya-upaya provokatif. Karena seluruh Cakades yang mencalonkan dirinya merupakan putra-putra terbaik Loteng. Namun kepastian dari ikhtiar dari para calon akan ditentukan besok pada hari Rabu 23 Desember 2020.

"Kami dari seluruh unsur pengamanan yang berjumlah keseluruhan 1.000 lebih itu sebagai wujud keseriusan kami dalam pengamanan Pilkades. Ini untuk menjamin terselenggaranya Pilkades yang aman, tertib dan lancar," jelas Kapolres. Pilkades dilombok sudah beberapa kali ditunda karena pandemi covid 19." Saya berharap Pilkades dilombok Tengah berjalan lancar sesuai yg diharapkan." Tutup Kapolres AKBP Esty Nugroho.(**).

0 komentar:

Posting Komentar