TNI-Polri KSB Menjaga Keutuhan dan Kemajuan Bangsa Dalam Bingkai NKRI"Ini Kata Dr.KH Zulkifli Muhadli"

Sumbawa Barat.journalntb.com-
Kodim 1628 Kabupaten Sumbawa Barat bersama Polri dan Stakeholder yakni tokoh masyarakat tokoh agama dan tokoh adat, menggelar kegiatan komunikasi sosial dengan komponen bangsa di wilayah Kodim 1628/Sumbawa Barat Tahun 2020. Dengan tema" Menjaga keutuhan dan Kemajuan Bangsa Dalam Bingkai NKRI"bertampat di kedai sawah kompleks KTC.Rabu (16/12/2020).

Hadir Dandim 1628/SB Letkol Czi Sunardi,ST.MIP. Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono, Sik.MH. DR.KH.Lalu Zulkifli Muhadli SH.MM. Mantan Bupati pertama KSB, Kajari Sumbawa Barat,Kabid Kasbang Amir DH Bakesbangpol, Ketua MUI Sumbawa Barat KH.Syamsul Ismain LC.Para tokoh agama Se-Kabupaten dan para Lurah serta kepala desa se -Kabupaten Sumbawa Barat.

Mantan Bupati KSB dua periode, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH.,MM yang berkesempatan memberikan sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kemampuan warga KSB menahan diri dalam Pilkada. "Ada dua kekuatan besar dan itu terlihat saat saya memantau media sosial dan melihat fenomena di KSB. Andai kata kita tidak mampu menahan diri, maka situasi dan kondisi tidak seperti saat ini", ungkap Kyai Zul, sapaan akrabnya.

Kyai Zul yang juga merupakan Rektor di Universitas Cordova mengungkapkan, bahwa ada tiga fase yang harus diketahui dan dilakukan pasca Pilkada digelar. PERTAMA menghilangkan semua perbedaan dan perpecahan. KEDUA, mengumpulkan kekuatan sesuai motto Pariri Lema Bariri dan mengoptimalkan SDM yang ada.KETIGA, memperkenalkan diri kita ke dunia luar. 

"Dalam fase ketiga ada Tiga rasa yang harus hidup. PERTAMA rasa aman, karena rasa aman itu buah dari keamanan yang lahir dari pribadi itu sendiri, TNI Polri hanya sekedar membantu rasa aman. KEDUA rasa nyaman yang ada infrastuktur yang dibangun, Alhamdulillah dikampung kampung sudah bagus infrastruktur nya.
dan KETIGA rasa senang adalah menjadi salah satu kebutuhan. Ini yang harus diwujudkan", jelas Kyai Zul.

Ia menjelaskan,bahwa rasa senang itu terkait dengan seni dan hiburan seperti Lebo sudah ditata dengan baik,rasa senang ada Dua wajah yaitu positif dan negatif.Termasuk wajah negatif bahwa saya melihat dari ujung Poto Tano sampai maluk ada caffe yang mojok dan tertutup bahkan ada perempuannya, mohon ini menjadi atensi Pemerintah.

"Dengan keberadaan Caffe yang tertutup apa yang dilakukan bisa juga menjadi rasa aman, nyaman dan senang itu hilang, karena keberadaan Caffe bisa menjadi penyakit masyarakat dan juga penyakit fisik yang akan membebani dengan beban sosial"terangnya

Kegiatan silaturrahmi lintas komponen bangsa di Sumbawa Barat berlangsung khidmat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI, perwakilan Kesbangpol, perwakilan PCNU KSB, Lurah dan Kades se KSB, dan berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat (Rozak)








0 komentar:

Posting Komentar