Sebelum Dinyatakan Gugur dimedan Perang Ayah PRATU Dedi Mimpi Buah kelapa dihalaman Rumahnya Jatuh Berguguran


PRAYA.Journal NTB.Com. Lombok Tengah Beduka satu lagi Pajurut TNI yg Gugur Dimedan perang di Papua yaitu  PRATU Dedi Hamdani, prajurit asal Dusun Bagek Dewa Desa Plambek Kecamatan Praya Barat Daya gugur dalam peristiwa baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Kabupaten Intan Jaya, pada Jum'at (22/01/2021) sekitar pukul 06:30 WITA.

Dikediamannya Muhdin (58) ayah Dedi Hamdani menerangkan,  jenazah putranya akan dikirim dari Papua pada Minggu (23/01/2021) dan tiba di Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 14:00 WITA.

Dengan mata berkaca-kaca, Muhdin  Ayahnya bercerita kalau putra pertamanya itu sebenarnya sudah berencana untuk mengakhiri masa lajangnya. Dia sudah memiliki kekasih didesanya dan berniat pulang untuk menikah." Dia juga sudah beli tanah 6 are untuk persiapannya membuat rumah sendiri. Dia juga Almarhum sering mengirim uang untuk kebutuhan kekuarga dirumah." Uang yg dikirim tiap bulan untuk biaya adiknya sekolah. Almarhum sudah lima tahun menjadi prajurit TNI. Cita cita almarhum menjadi TNI yg begitu tinggi bahkan sudah beberapa kali melamar baru dia bisa diterima dan tugas pertama Almahum di daerah Solo. Semenjak tugas di Solo di tetap tlpn memberi Khabar kepada keluarga bahwa dalam Keadaan tetap sehat. " Cerita Muhdin yang terlihat  berlinang air matanya. 


Prajurit TNI Pratu  Dedi Hamdani bahkan sudah melamar menjadi polisi namun cita citanya itu kandas karena tidak lulus tes.  Dia juga mengatakan, Dedi Hamdani memiliki kepribadian yang baik, ramah dan memiliki tekad yang kuat. Pria kelahiran 1995 itu menjadi tentara pada tahun 2016 lalu setelah dua kali gagal pada tahap seleksi.

"Dulu pertama dia daftar jadi TNI tapi gagal, ikut polisi lagi gagal dan ikut tes lagi tentara baru lolos. Memang dari kecil cita-citanya menjadi tentara,"pungkasnya.

Sementara di Papua dia baru bertugas selama lima bulan.

Dia juga mengenang bagaimana perjuangan putranya hingga lulus menjadi prajurit TNI. Dia yang bekerja sebagai petani itu bahkan membonceng putranya itu dengan mengendarai sepeda motor saat menuju Bali untuk mengikuti seleksi tentara.

"Sampai bensin saya habis di jalan. Dan tidak kenal siapa-siapa. Waktu dia melamar tentara itu saya yang temani dia ke Bali,"kenangnya.

Dia mengaku tidak shock ketika menerima telepon yang mengabarkan putranya itu gugur di medan tugas. Namun, sebelum itu dia mendapat firasat tentang Dedi.

"Saya mimpi buah kelapa itu jatuh,"katanya.

Dia mengatakan, selama lima tahun menjadi tentara, Dedi hanya pulang sekali yakni pada saat lebaran Idul Fitri tahun lalu. Selebihnya, dia berkomunikasi dengan keluarga hanya melalui sambungan telepon.

Selama bertugas di Solo, Dedi rutin menghubungi keluarganya. Namun, saat bertugas di Papua, keluarga mengalami kesulitan berkomunikasi dengan Dedi karena sinyal terbatas.

"Saya tunggu dia telepon karena di sana tidak ada sinyal. Dia cuma ngomong jaga kesehatan. Tanya kabar, dia jawab sehat dan tidak ada apa-apa. Katanya akan pulang,"katanya.

Sebelum Dedi dinyatakan gugur, dia mendapat mimpi kalau buah kelapa yang tumbuh di halaman rumahnya jatuh berguguran.

Sementara itu, Kapten Inf Dewa Made Genjong mengatakan, penjemputan jenazah Dedi Hamdani akan dilakukan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1620/Lombok Tengah.

"Sementara di sini disiapkan untuk upacara dan di rumah duka dari Koramil dukung penuh kelancaran pemakaman jenazah,"ujarnya.

Jenazah Dedi akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang ada di dusun Sengkerek Desa Pelambik.

"Mulanya ditawarkan dimakamkan di Makam Pahlawan. Tapi keluarga ingin dimakamkan di sini,"tutup Muhdin.(**)

0 komentar:

Posting Komentar