Kapolda NTB Launching Lomba Kampung Sehat Jilid II Disaksikan Tim Penilaian KSB

Sumbawa Barat.journalntb.com-
Tim penilai kampung sehat Sumbawa Barat Jilid II segera digelar dalam waktu dekat ini, Polda NTB Provinsi Nusa tenggara barat menggelar launching lomba kampung sehat jilid II melalui Zoom meeting bertampat ruang Vicon Polres Sumbawa Barat.Kamis (18/2/21) pukul 07.45 wita.

Pembukaan sekaligus Sambutan Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K.,M.H.menyampaikan bahwa lomba kampung sehat jilid II dengan maksud ingin membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sehat yang sesuai dengan prokes covid 19.Kepada seluruh Kepala Daerah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa untuk lebih disiplin melaksanakan Prokes covid 19 di masyarakat yang sudah mulai kendor. 

"Kepada seluruh Kapolres dan Dandim di seluruh Kabupaten/Kota untuk tetap semangat terus mengedukasi masyarakat dalam menerapkan prokes covid 19 di wilayah NTB.Hindari stres melihat release penyebaran covid 19 yang dikeluarkan oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB."kata Iqbal jendral bintang dua tersebut.

Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menambahakan, Program Kampung Sehat menjadi hal yang penting, karena Desa lebih bersih, baik dan ASRI. TNI tetap akan mendukung penuh lomba kampung sehat dan akan bersinergi dengan semua stake holder karena ini Akan menjadi contoh penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

"TNI akan membantu menurunkan angka Covid-19 dan membantu menyembuhkan pasien Covid-19, dan akan berkantor di Sumbawa, Dompu dan Bima selama 1 Minggu dalam rangka penanganan Covid-19.TNI siap mendukung penanganan Covid-19 dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah NTB."jelas Danrem

Ia menyampaikan pengalaman telah terkonfirmasi positif Covid-19 ada yang ringan, sedang dan berat, dengan maksud bagaimana angka kesembuhan semakin tinggi dan angka kematian semakin rendah. Salah satunya solusi untuk kesembuhan yaitu meningkatkan imun dengan menonton video lucu. Dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah,MM
Juga mengatakan dalam lomba kampung sehat ini disamping fokus dengan pandemi Covid-19 kita juga harus memperhatikan permasalahan Ekonomi. Sebagian besar masyarakat di NTB sudah tidak terlalu takut dengan Corona tapi lebih takut kehilangan pekerjaan. Meskipun terpapar Covid-19 tapi diusahakan agar jangan sampai meninggal dunia apalagi disebabkan dengan tekanan sosial atau psikis, seperti pengalaman oleh Danrem 162/WB. 

"Launching Kampung Sehat Jilid II ini momentum yang tepat supaya masyarakat tidak terlalu takut Covid-19 dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.Pak Jokowi melalui Menteri Pariwisata meminta Moto GP tetap dilaksanakan tahun ini di Lombok Nusa Tenggara Barat. Dengan kegiatan Kampung Sehat ini kita jadikan awal Kebangkitan Nusa Tenggara Barat yang lebih baik.Diharapkan kepada seluruh Kapolres dan Dandim jangan bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan prokes covid 19."tuturnya 

Waka Polres Sumbawa Barat Kompol Teuku Ardiansyah SH menyampaikan bahwa hari ini dimulai Launching Kampung Sehat jilid II,dan puncaknya tanggal 20 Mei berarti ada 100 hari, namun saya tidak bisa mengawal karena minggu depan sudah pindah. Program ini berbeda dari yang pertama, harus menyentuh sampai ke lapisan bawah karena ada PPKM (Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Wakapolres Kompol Teuku Ardiansyah SH yang sebelumnya juga sebagai ketua tim lomba kampung sehat di jilid I dikabupaten Sumbawa Barat,dan dirinya sekaligus pamit akan meninggalkan Polres Sumbawa Barat kembali ke Polda NTB dengan menjabat sebagai Kasubag renmin dit intelkam.

"Dalam konsep lomba kampung sehat. Menjadikan peran aktiaf masyarakat sebagai kunci keberhasilan penanganan Covid19,dan Pemerintah Daerah, TNI dan polri sebagai motivator, fasilitator dan supervisor."jelasnya

Wakapolres menjelaskan,ada tiga poin penting dalam lomba kampung sehat tersebut,
(1) Kampung desa/kelurahan nantinya diharapkan dapat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai kriteria masing-masing desa/Kelurahan.

(2) Kampung (desa/Kel) nanatinya diharapkan mempunyai strategi dan inovasi dalam dalam mempertahankan kampung nya sebagai kampung bebas Covid19 atau dalam menurunkan angka penyebaran Covid19 diwilayahnya.

(3) Kampung (desa/kel)mampu untuk menangani pasien Terkonfirmasi positif, tracking orang yang kontak erat dan menyiapkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.(Rozak)


0 komentar:

Posting Komentar