LM Akyar Akan Perjuangkan Potensi Kerajinan Gerabah


PRAYA.Journal NTB.Com
Dari Reses Lalu Muhammad Akhyar Anggota DPRD Fraksi Golkar Dapil IV Praya Barat dan Praya Barat Daya. Ia  Bertekad Akan memperjuangkan potensi wisata yaitu Kerajinan gerabah.
Dari hasil Reses ditiga tempat para pendukungnya didesa Penujak, Kecamatan Prabar. sebagian besar warga meminta agar dirinya membantu Pemerintah Desa (Pemdes) untuk membenahi dan memperkuat potensi desa wisata secara umum melalui program-program yang ada di daerah.Ia pun akan bertekad  mengupayakan agar apa yang diharapkan warganya tersebut bisa terealisasi. Pasalnya, Desa Penujak sekarang ini sudah menjadi salah satu desa wisata dari puluhan desa wisata yang ada di Loteng. Terlebih, jika melihat potensi wisata desa ini cukup banyak dan sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Salah satunya yakni potensi kerajinan gerabah.":Didapil IV banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan warga dan itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Tapi karena kita masih belum maksimal menggarapnya saja," jelas Akhyar.

Untuk potensi wisata kerajinan gerabah misalnya, menurutnya pasca Bom Bali dulu, dunia pasarnya merosot. Bahkan keberlanjutan kerajinan ini jalan di tempat dan semakin hari semakin berkurang jumlah pengrajinnya. Sebab, permintaan pasar sedikit dan harganya anjlok.
Padahal, awalnya semua dusun yang ada, warganya sebagian besar berprofesi sebagai pengrajin. Hanya saja, seiring minimnya perhatian pemerintah juga, kini kerajinan gerabah hanya dominan berjalan di lima dusun. Dusun Toro, Tongkek, Kangi, Adong dan Dusun Tenandong. Itupun pengrajinnya tidak banyak. Untuk itu, warga berharap potensi ini dikuatkan kembali dan meminta agar Pemda membukakan pasar lokal nasional maupun internasional selebar-lebarnya. Karena bagi mereka, potensi ini tidak banyak desa yang punya." tidak itu saja.masyarakat  juga berharap agar dirinya membantu pemberdayaan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa (KTD) serta memberdayaan UMKM yang sudah digeluti masyarakat." Kata Akhyar. Selain itu, pengembangan potensi wisata kuliner seperti yang setiap hari dijual di Pasar Angkringan Penujak itu diperluas. Artinya, warga meminta agar lokasi pasar angkringan itu diperbanyak. Termasuk juga melatih Ibu Rumah Tangga (IRT) memproduksi berbagai jenis makanan ringan dan aneka masakan khas Lombok. Baru kemudian setelah itu mereka dibuatkan kelompok wanita."Keberadaan pasar angkringan yang dibuat oleh pemerintah provinsi kemarin itu, warga sangat rasakan dampak positifnya. Terlebih dibuat di kawasan yang sebelumnya kumuh. Dan setelah ada angkringan, kawasan itu bersih dan tertata. Itu yang mereka mau diperbanyak di dusun-dusun lain," jelasnya. 
LM Akhyar juga Menjelaskan, ada banyak program di Pemda Lombok Tengah nanti kita jemput bola. Semoga Pemkab juga peka akan keinginan warga itu," Ujarnya.

Akhyar menambahkan,  pembenahan yang diinginkan juga ialah penataan lingkungan agar kebersihan terjaga. Karena diakuinya memang, selama ini karena jumlah penduduk Desa Penujak ini besar, produksi sampahnya juga besar. Ketika persoalan sampah ini tidak terurus, lingkungan pun menjadi kumuh. Kondisi ini bagi mereka sangat tidak elok dipertontonkan di Penujak selaku salah satu desa lingkar bandara. Oleh karenanya, warga meminta agar setiap dusun dibangunkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara. Nantinya, di TPS itulah petugas sampah desa mengambilnya.

"Warga juga minta agar ada pelatihan khusus soal pengolahan sampah, baik sampah organik maupun sampah non organik. Dan kita sudah komunikasikan dengan Pemdes soal ini," kata Akhyar. (**).

0 komentar:

Posting Komentar