Sempat Tak Jadi Vaksin Akhirnya Dandim 1628/SB dan Kapolres Sumbawa Barat Disuntik Vasinasi Covid-19

Sumbawa Barat.journalntb.com-
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kabupaten Sumbawa Barat bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama menggelar pemberian Vaksin Coronavac perdana bertempat di kantor Bupati Sumbawa Barat Gedung Graha Fitrah.Rabu (3/2) kemarin.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono Sik MH melalui Paur Subbag Humas IPDA Eddy Sobandi,S.Sos menjelaskan, Kegiatan Vaksinasi perdana hari ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan yang sudah melakukan vaksinasi tetap patuhi Prokes Covid-19.

"Hal ini Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono Sik MH dan Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Sunardi,ST.MIP setelah dilakukan Skrining  pada 1 Febuari 2021 lalu,beliau lulus akan dilakukan vaksinasi pada hari ini di kantor Bupati Sumbawa Barat Gedung Graha Fitra"jelasnya

Lanjutnya, setelah dilakukan pengecekan tensi darah ternyata Kapolres dan Dandim 1628/SB tekanan darah atau tensinya tinggi sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemberian vaksinasi oleh Tim Medis akhirnya ditunda.Untuk dilakukan jadwal ulang pemberian Vaksin kepada Kapolres dan Dandim 1628/SB akan di lakukan koordinasi oleh Satgas dari RSUD Asy Syifa dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. 

"Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Satgas dari RSUD Asy Syifa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Dandim 1628/SB Letkol Czi Sunardi,ST,M.IP dan Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono Sik MH ternyata sudah tenang dan tensi darahnya normal kembali, selanjutnya dilakukan Vaksinasi oleh dr Carlof"kata Eddy Sobandi

Dirut RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dr Carlof menjelaskan,bahwa pak Dandim dan pak kapolres sebelumnya memang sempat tensinya agak naik saat acara vaksinasi perdana tersebut."Mungkin bisa jadi karena tegang mau disuntik pada hal tensi saat screening hari senin normal dan beliau berdua tidak punya riwayat hipertensi sebelumnya.Namun setelah istirahat dan menenangkan diri, saat pemeriksaan tensi berikutnya sudah kembali normal sehingga pelaksanaan vaksin tetap dilanjutkan kepada beliau berdua"kata dr Carlof saat dikonfirmasi media Kamis (4/2/21).

Sebelum menerima vaksin coronavac, peserta akan melalui beberapa tahapan, salah satunya ada tahapan screening kesehatan, ada 16 pertanyaan riwayat kesehatan yang pernah atau sedang dialami saat ini, antara lain : apakah pernah terjangkit covid, atau apakah pernah ada anggota keluarga serumah yang suspek, kontak erat, terkonfirmasi atau sedang perawatan covid 19.

Lanjut Carlof,ada 16 pertanyaan riwayat apakah ada penyakit lain seperti tiroid, kelainan darah, jantung, ginjal, demam dan hipertensi tidak terkontrol, penyakit pencernaan kronis, kanker, autoimun sistemik, autoimun rheumatik, HIV, ispa, dan penyakit paru.Termasuk ibu hamil dan menyusui pun ditanyakan dalam screening ini.Dan pada vaksinasi tahap dua akan ditambahkan pengecekan apakah peserta alergi berat pada saat vaksinasi yang pertama.

"Pemberian Vaksin ada 4 tahapan. Meja pertama untuk registrasi ulang bagi peserta yang sudah lulus scrining.Meja kedua yaitu scrining cepat atau pemeriksaan ulang kesehatan. Meja ke tiga pemberian / Penyuntikan Vaksinasi dan Meja ke empat konservasi selama 30 menit setelah pemberian vaksin dan pemberian sertifikat.Adapaun untuk kegiatan vaksinasi tahap II akan di lakukan setelah 14 hari di laksanakan vaksinasi tahap I dan semoga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama."Tutur dr Carlof (Rozak) 







0 komentar:

Posting Komentar