Fathul Keberhasilan Tercapai, Kita Tetap Solid Bersama Ulama


Lombok Tengah- Journal NTB.Com-Eksistensi Organisasi Islam Nahdhatul Ulama dalam mengawal keberlangsungan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak diragukan lagi. Hal demikian sudah nampak nyata terlebih pada dunia perpolitikan. Banyak kader-kader NU sukses mengisi posisi penting di birokrasi pemerintahan ditingkat pusat sampai daerah. Seperti terpilihnya Fathul-Nursiah di Pilkada Lombok Tengah berkat dukungan NU belum lama ini.
Untuk menjaga peranannya, NU terus bergerak tanpa henti melebarkan sayap. Salah satunya melalui penguatan struktur kepengurusan. 

Ditemui diacara pelantikan kepengurusan ranting se-Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah di Desa Ungga, kamis ( 18/03 ). Rois Syuriah NU Loteng, TGH Ma'arif Makmun Diranse, mengemukakan,   Kegiatan pelantikan sebagai bentuk kebangkitan NU yang dimulai dengan pelatihan kader. Dilanjutkan pembentukan anak ranting di tingkat Desa dan Dusun untuk konsolidasi organisasi. Menurutnya, perkembangan NU di 8 desa Prabarda khususnya sangat dinamis karena mayoritas hampir 90 persen warga NU. 
" Atensi NU jelas, jadi garda terdepan mengawal program pemerintah, mempetahankan NKRI dari rongrongan pengaruh luar yang akan merubah fundamental dan ADART Negara," katanya.
Ditekankan, NU harus bangkit, bukan kita  membesarkan NU tapi NU yang membesarkan kita. NU wajib berpolitik, karena NU lah yang membentuk NKRI. NU tidak kemana mana, tapi ada dimana mana, tidak merah karena darah, tidak asin karena garam, tidak lari di kegelapan malam, artinya tidak terpengaruh krena pergaulan dan lingkungan, tidak lari dari tanggung jawab. Bebas berpolitik masuk partai manapun tapi tetap jadi NU. Selalu berpedoman dan  mempertahankan tradisi pendahulu. 

Di Desa Ungge sendiri, ungkap Kepala Desa Suasto Hp Armin, SH, dulu disebut sebagai macan NU, Ungge NU tulen. Tercatat, Seperti Alm. TGH Abdul Hamid dan Alm TGH M Fahruddin adalah sesepuh tokoh NU Ungge jaringan Datok Faisal Bengkel Lobar.
Ia bertekad, turut aktif mengawal ulama dan umara sesuai pancasila dan UUD, menjaga ahli sunnah waljamaah untuk menangkal faham-faham radikalisme.
" Kami akan melibatkan semua elemen, mulai menghidupkan kembali rutinitas zikiran, mengumpulkan koin-koin sedekah  disetiap rumah oleh Badan Amil Zakat Desa yang dikelola untuk pemberdayaan UMKM guna meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pererat hubungan sosial, " paparnya.

Bupati sekaligus Ketua PC NU Loteng HL Fathul Bahri, S.IP dalam pesannya mengarahkan agar jangan berfikir terlalu berat. NU itu, imbuhnya, untuk bersilaturahim, bertatap muka, berijtimak, dan berbasul masail. Membahas sesuatu sesuai kondisi terkini, masa mendatang, dan berkaca pada masa lalu sebagai referensi.
Fathul mengulas sedikit perjalanan hidupnya yang selalu mendapatkan keberhasilan, tidak pernah gagal. Kuncinya satu, tetap ikuti komando para guru alim ulama, bersikap takzim, menanamkan rasa tawaddu dan cinta. 
" Cukup bersama ulama, itulah landasan kuat menoreh ilmu, untuk diterapkan dalam kehidupan," tegasnya.
Di kesempatan itu, Fathul menggambarkan kondisi Loteng terkini. Akibat pandemi covid, anggaran dipotong sehingga refokusi Loteng hanya berkisar 125 Milyar. Namun, di 2021 kondisi akan jauh berbeda. Dibidang pangan, kebutuhan sayur mayur diprediksi tinggi, ada 54 ribu hektar lahan basah, diisi berbagai varian tanaman yang harus dimaksimalkan.
Dilain hal, fathul mengajak untuk melakukan upaya ekstra menyambut 150 ribu orang tamu dari penyelenggaraan Moto GP. 
Disamping membutuhkan kepastian kuantitas dan kualitas pangan yg memadai. Ketersediaan kamar hotel juga masih sangat minim. Jangankan Loteng, jika digabung semua kabupaten kota se-Lombok pun hanya ada 20.000 kamar yang mampu menampung 40.000 tamu. 110.000 orang sisanya akan menginap di Bali, Surabaya, Jakarta, bahkan Singapur. 
Kondisi ini mengharuskan, pelabuhan  Awang harus ditingkatkan kualitasnya jadi pelabuhan Nusantara. Sehingga kapal pesiar bisa masuk melalui Awang mengangkut tamu. 
Ini semua, sambung Fathul, jadi PR bersama utamanya dengan kelayakakan infrastruktur. 
Diyakini, penyelenggaraan GP sangat menguntungkan. Masyarakat seperti di Perancis dan Sepang diberikan dana hibah melalui pemerintah 750 milyar. Jika Loteng juga dapat, maka PAD otomatis bertambah dan bisa dijadikan modal untuk kemajuan Loteng. Semisal membangun destinasi wisata baru di bagian utara dan ditengah berbenah.
Diharapkan semua bersatu, bergabung, bernaung di NU, sehingga azas manfaat bisa dirasakan oleh semua masyarakat. 

Harapan yang sama juga dicetuskan Suherman S.Pd, ME, MWC NU Kecamatan Prabarda, agar para kader terus berjuang, menggaungkan seluruh kegiatan dan program NU. Baik itu pembinaan jamaah, kegiatan pelatihan, pengajian umum, sampai penyelesaian masalah. 
" Mengawali aksi, tanggal 15 dan 27 sya'ban mendatang kami akan safari desa ke Montong ajan dan Pelambik untuk melakukan pengajian akbar sambut puasa, " Tutupnya.(krm)

0 komentar:

Posting Komentar