Ibu Hj Baiq Nilnawati Minta Keadilan Hukum ke Dinas BKPP dan Polisi.


PRAYA.Journal NTB.Com.
Bagi ibu Hj Baiq Nilnawati (50) warga Kelurahan Semayan Kecamatan Praya. Mempertahankan Keutuhan rumah tangga adalah perbuatan yang mulia. Pasangan Hj Baiq Nilnawati dengan Haji Muhammad Hirjan sudah puluhan tahun berumah tangga hingga  Pasangan suami istri itu dikaruniakan 4 orang  Anak Bahkan yang paling besar perempuan bernama Baiq Lilis Herawati yang saat ini bekerja kantoran di Loteng. Namun belakangan beredar Khabar bahwa sang suami Inisial LMH punya idaman lain yang tentu lebih cantik dan menarik. Sang suami  bekerja di SPBU Kota Praya dikabarkan menikah dengan seorang perempuan bernama Inisial LRZ seorang Pegawai  Aparatur Negeri sipil ( ASN) Di kantor Ispektirat Loteng. Setelah tahu suaminya menikah dengan seorang ASN, betapa tidak ia sangat kaget dan sok bahkan suaminya sudah menikah sekitar tahun  2019 atau kurang lebih  satu tahun yang lalu. Kasus itu sudah dilaporkan ke dinas setempat dan pihak kepolisian Resort Lombok Tengah. Beban ibu Hj Baiq Nilnawati sangat berat bahkan ia sempat dirawat di RSJ di kota mataram karena mengalami fisikis karena diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "
Ibu Hj Baiq Nilnawati saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dia didiagnosa oleh Dokter mengalami sakit secara fisikis akut yang diduga akbiat perlakuan suaminya, setelah sang suami diketahui menikah diam-diam." Jelas LM Fadlurahman Kuasa Hukum Hj Baiq Nilnawati dalam jumpa pers  (10/03/2021).

Ibu Hj Baiq Nilnawati didampingi anaknya Bq Lilis Herawati melalui LM Fadlurahman kuasa hukumnya menuturkan, setelah dirinya mengetahui suaminya menikah dibawah tangan sekitar tahun 2018 silam, Hj Baiq  Nilnawati mencoba bertahan dan sempat menanyakan kebenaran tentang pernikahan suaminya dengan wanita berinisial LRZ. Sekian lama mencari kebenaranya  Nilnawati belakangan mengetahui siapa wanita yang diam-diam yang merebut suaminya tersebut, Wanita itu adalah Inisial LRZ Seorang ASN yang bekarja di kantor Inspektorat Lombok Tengah. Mengetahui kalau seorang ASN tidak boleh menjadi seorang istri kedua, dibantu salah seorang anaknya, Baiq Nilnawati kemudian melaprokan hal tersebut ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) saat itu masih bernama Badan Kepegawaian Daerah (BKD), namun tidak ada tindak lanjut. Bahkan HM Nazili kepala Dinas Setempat diduga bungkam dengan persoalan tersebut." Dia kepala dinas menimpakan persoalan Hj Baiq Nilnawati ke kepala Bapeda Loteng bernama L SA alias (EW). Anehnya LSA pernah memaki Bq Lilis  Anak perempuam Hj Baiq Nilnawati." Jelas LM Fadlurahman.

Sementara Suami Hj Baiq Nilnawati yaitu HLH yang  seorang pengelola SPBU di Kota Praya tersebut kata LM Fadlurahman,  setelah kedoknya diketahui menikah liar, mengakui dan saat itu meminta persetujuan agar dirinya mau dimadu dengan menyodorkan surat pernyataan rela dimadu,"namun saat itu Hj.Baiq Nilnawati menolak menandatangani surat pernyataan telah dimadu dan HLH mengatakan, kalau tidak mau menandatangi surat pernyataan tersebut maka akan bertemu di Pengadilan," bebernya. 

Akhirnya sekitar 4 bulan silam tepatnya tanggal 19 oktober 2020, HLH mengajukan gugatan cerai talak ke Pengadilan Negeri Praya yang hasilnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya mengabulkan gugatan HLH. 

"Atas putusan Pengadilan Agama itu, Hj.Baiq Nilnawati mengajukan banding sehingga putusan pengadilan itu belum berketatapan hukum tetap atau ingkarah,"jelas  Lalu Fadlurahman.
Lanjutnya, Hanya saja sekitar awal februari 2021, Hj.Baiq.Nilnawati bersama anak-anaknya mulai berani terbuka dengan apa yang selama ini dialaminya setelah ada wanita lain yang diduga merusak rumah tangga mereka." Terang LM Fadlurahman

Berbagai dugaan KDRT dialami oleh keluarga tersebut dan pada tanggal 14 februari 2021 akhirnya Hj.Baiq Nilnawati melaporkan dugaan KDRT yang dialaminya itu ke Mapolres Lombok Tengah. 

"Hj.Baiq Nilnawati telah diperiksa oleh Unit PPA Polres Lombok Tengah sebagai pelapor sekaligus korban dan pemeriksaan kedua akan dilakukan senin depan,"jelas Lalu Fadlurahman. 
Pihak kekuarga berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan persoalan tersebut, baik yang dilaporkan ke Mapolres terkait dugaan KDRT dan juga masalah oknum ASN berinisial  LRZ yang telah terbukti melanggar kode etik agar diberikan sangsi pemecatan sesuai dengan hukum yang berlaku. Hj Baiq Nilnawati meminta keadilan Hukum terkait kasus yang dialaminya ke pihak BKPP dan Polisi. Sementara hingga berita ini diterjukan  kepala Dinas BKPP belum bisa dihubungi media demikan juga Kepala Bapeda kabupaten Lombok Tengah (jntb)Rdi

0 komentar:

Posting Komentar