INOVASI Dengan Unram Pemda Susun Peta Jalan Pendidikan


Praya.Journal NTB.ComPemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akan menyusun roadmap (peta jalan) pendidikan sebagai pedoman dalam menyusun program dan anggaran pendukung pendidikan di daerah ini. Harapannya, dengan roadmap tersebut pembangunan pendidikan di Loteng ke depannya akan lebih terarah dan hasilnya pun bisa optimal.

Dalam menyusun roadmap pendidikan tersebut, Pemkab Loteng menggandeng INOVASI, program kemitraan Indonesia-Australia dalam bidang pendidikan, Universitas Mataram (UNRAM) serta unsur-unsur pemerhati pendidikan lainnya. "Kita ingin pembangunan pendidikan di Loteng lebih fokus dan terarah lagi," sebut Wabup Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Senin (29/O3/2021).

Pada pertemuan lintas sektor di ruang rapat Wabup Loteng tersebut, Nursiah mengatakan penyusunan roadmap pendidikan tersebut menjadi prioritas untuk dituntaskan. Bahkan, masuk dalam program 100 hari Bupati dan Wabup Loteng yang baru saja dilantik, H.L. Pathul Bahri, S.IP., - Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si

"Dalam menyusun roadmap pendidikan kita harus bisa lebih cermat. Jangan hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Pendidikan, tidak hanya bicara soal hasil saja. Proses juga tidak kalah penting," tambah Nursiah. 

Ia juga menekankan perlunya perbaikan mutu data pendidikan. Tidak hanya data di tingkat kabupaten saja tetapi lebih dipertajam lagi hingga data ke satuan pendidikan di tingkat bawah. Adalah sulit menyusun suatu roadmap pendidikan, jika tidak didukung dengan data satuan pendidikan yang akurat. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Diskdik) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., menambahkan dalam menyusun roadmap pendidikan, pihaknya sudah membentuk tim penyusun. Tim ini terdiri dari berbagai elemen pendidikan di dalam dinas, ditambah dukungan tim INOVASI, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNRAM, praktisi pendidikan, dewan pendidikan serta unsur dari Kementerian Agama. "Penyusunan roadmap pendidikan ini melibatkan berbagai unsur," timpalnya.    

Nazili menjelaskan, roadmap pendidikan itu nantinya tidak hanya bicara tentang bagaimana mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Fokus utama adalah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga pendidik yang merupakan ujung tombak pendidikan yang berkualitas. 

"Terus terang kita ingin pendidikan di Loteng bisa lebih maju lagi dan bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Roadmap inilah yang nantinya sebagai pedomannnya," pungkas Nazili yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng. 

Di tempat yang sama, District Coordinator INOVASI, Muhtar Ahmad menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh Pemkab Loteng menyelesaikan penyusunan roadmap pendidikan secara teknis. INOVASI siap memfasilitasi proses yang menekankan solusi lokal untuk masalah lokal. Partisipasi dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci pembuka kemajuan pendidikan bagi semua anak secara inklusif di Lombok Tengah.
"Kita siap memberikan dukungan secara teknis, dan dukungan yang diberikan tidak setengah-setengah," katanya.

Dalam aspek kurikulum, maka kurikulum yang mengacu pada peta jalan pendidikan akan menyesuaikan diri dengan tahapan kebutuhan para murid. Karena kurikulum itu disebut dengan life document, jadi dia adalah dokumen hidup yang fleksibel. Makanya dalam hal ini kurikulum yang hebat tetapi tidak didukung dengan profesional seorang guru, kurikulum itu nggak akan bermakna.

Sementara, pada konteks pembelajaran, peta jalan pendidikan akan menyempurnakan pembelajaran supaya sesuai dengan kebutuhan para murid. Pembelajaran hari ini dan ke depan idealnya sesuai dengan kebutuhan anak, sesuai dengan tahap perkembangan anak. Itu idealnya. Pembelajaran ke depannya bakal mengedepankan basis teknologi informasi serta tak monoton. Dalam peta jalan pendidikan juga bakal mendukung pembelajaran yang penuh dengan kreativitas. Di sini dua hal yang harus disiapkan, satu profesional guru itu sendiri, yang kedua adalah fasilitas pendukungnya. Jadi kalau ingin pembelajaran berkualitas, pembelajaran yang efektif harus menjadi perhatian. Sementara, untuk asesmen akan diperuntukkan guna mengukur kebutuhan para murid. Asesmen nantinya akan dijadikan alat evaluasi bagi dunia pendidikan."Yang ketiga, asesmen yang memang betul-betul dibutuhkan, yang memang betul-betul mengukur apa sih yang dibutuhkan hari ini oleh anak-anak itu. Yang bisa mengantarkan anak-anak untuk mendapatkan pengetahuan, ilmu sehingga asesmen ini menunjukkan keberhasilan anak dalam proses pembelajaran," tambah Muhtar Ahmad. (Jntb.Rdi)

0 komentar:

Posting Komentar