Sambut Kampung Sehat 2, Desa Sikur Selatan Ajak Seluruh Warga Taati Prokes


Lombok Timur NTB, Journal NTB.Com-
Desa Sikur Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur NTB siap berlomba dan bersaing  menyambut Kampung Sehat 2 yang di inisiasi oleh  Kapolda NTB Irjend Pol Mohamad Iqbal S.I.K. 

Dalam memimpin masyarakat di desanya 
Kepala Desa Sikur Selatan  M. Habibuddin. HS. Bersama jajarannya selalu menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu mentaati dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid. Perang  melawan wabah Covid menjadi prioritas dan kewajibannya agar desanya bersih dari terjangkitnya Virus Corona Covid 19.

Kesiapan untuk mengikuti lomba Kampung Sehat 2. Menjadi semangat tersendiri bagi warga Desa Sikur Selatan.  Sebab Program Kampung Sehat menjadi pembelajaran yang sangat  bernilai tinggi dalam kebiasaan untuk selalu hidup bersih agar terhindar dari serangan virus. 

Kades Sikur Selatan M. Habibuddin HS saat ditemui media di ruang kerjannya menyampaikan,
 " Dalam menyambut lomba Kampung Sehat Jilid 2 Kami akan mempersiapkan semua perlengkapan apapun yang di butuhkan demi suksesnya desa kami mengikuti berlangsungnya program Lomba Kampung Sehat 2 ini." Terang Kades penuh semangat.

Habibuddin juga menyampaikan bahwa, untuk rumah isolasi dalam waktu dekat akan kami siapkan. Yang jelas sudah kami siapkan tempatnnya. Saat ini kami masih mencarikan posisi yang pas untuk rumah isolasi mandiri tersebut. Sebab kami memilih lokasi yang jauh dari pemukiman untuk mencegah penularan virus Covid. Posisi Rumah Isolasi yang kami pilih adalah daerah  yang mudah di jangkau agar jika ada keperluan untuk pasien cepat diatasi. Jelas Habib.

Mendorong UMKM di desanya untuk selalu mentaati protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

Beberapa  Program unggulan Desa Sikur Selatan antara lain adalah Pengrajin Tikar Pandan ( Tipah Pandan. Bhs Sasak.  Red ) produksi yang paling banyak berada  di Dusun Tinggar dan dusun Segire kampung Bagik Endep. Masyarakat di dua dusun ini mayoritas UMKM pengrajin Tikar Pandan. Meski di masa pandemi Covid sekarang ini omset mereka menurun, tapi semangat untuk berjuang mencari nafkah lewat produksi anyaman tikar pandan tak pernah surut. Minimnya perhatian pemerintah pun tak luput dari keluhan mereka. " Kenbanyakan masyarakat kami mebuat Tipah ini secara manual dengan tangan. Kami berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan UMKM pengrajin Tipah desa kami agar bisa memprodiksi secara masal dan dipromosikan lewat dinas terkait agar kreatifitas budaya lokal terangkat dan lestari serta tidak punah tergeser waktu." Terang Kades.

Pengrajin sangkar Burung juga berada di desa ini. Mereka juga butuh perhatian serius  agar kegiatannya dapat berkembang.
" Untuk produk UKM di Desa Sikur Selatan ini. Seluruh  masyarakat kami berharap kepada pemerintah agar membantu untuk memasarkan ketingkat nasional agar UMKM di desa kami dapat berkembang dan sejahtera." Ungkap Habib.

Disisi lain Amak Somi warga Dusun Tinggar pengrajin Tipah menceritakan, jika dirinya bersama keluarga sudah berpuluh-puluh tahun hidup bahagia didesanya meski hidup mereka sederhana. Tapi disinilah tempat tinggalnya. " Desaku ini adalah harapanku untuk bersandar hidup kami  sampai akhir hayat bersama anak cucu kami. Meski musibah Covid ini melanda kami akan tetap berjuang sampai kami mendapat kemenangan. " Jelasnya dengan bahasa sasak yang kental.

Warga Desa Sikur Selatan menunggu pelaksanaan Kampung Sehat 2. Semua mengharap musibah Covid segera berakhir. Kebiasaan menjalankan Prokes serta hidup bersih  dan sehat menjadi pedomannya. " Kami warga Desa Sikur Selatan siap berlomba ikuti Kampung Sehat 2 sampai desa kami Zero Covid 19." Tutup Kades. ( SHN-⅕FJR.)

0 komentar:

Posting Komentar