Polres Sumbawa Barat Gelar Anev Penanganan Covid-19,Inilah Penyampaian Beberapa Stakeholder

Sumbawa Barat.journalntb.com-
Kodim 1628/Sumbawa Barat dan Polres Sumbawa Barat melaksakan Analisa dan Evaluasi (Anev) penanganan Covid-19 di wilayah kabupaten Sumbawa Barat untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 19.Bertempat di Ruang Aula Endra Dharma Laksana Polres Sumbawa Barat pada rabu (14/4/21) pukul 09.00 wita.

"Selamat kepada rekan-rekan yang merayakan Hari Raya Galungan."kata kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono,Sik,.MH melalui paur subbag humas IPDA Eddy Soebandi,S.Sos.

Lanjut Eddy, Kapolres membuka dan sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.Hari ini kita melaksanakan rapat Analisa dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat, terkait dengan Covid-19 agar stake holder yang bertanggung jawab dapat menyampaikan capaian yang telah dilaksanakan.

"Untuk Posko Kampung Sehat Jilid 2 telah berada di seluruh Desa, terkait Operasi Yustisi seluruh Stake Holder telah melaksanakan operasi Yustisi serta memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker."jelasnya

Disampaikan Kapolres, untuk menindak lanjuti atensi Gubernur NTB agar selama bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan ibadah dalam hal ini Polres Sumbawa Barat telah melaksanakan kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan seperti melaksanakan tausiah, tarawih dan Tadarusan dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19.

Sementara itu,untuk penanganan Covid-19 saat ini dalam tahapan Vaksinasi yang diberikan kepada lansia, namun masih ada masyarakat kita yang enggan untuk ke Puskesmas, di NTB para lansia yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pemberian Vaksin masih minim yang hadir. Atensi Bapak Presiden agar pada tahun 2021 seluruh masyarakat Indonesia telah menerima Vaksin guna meningkatkan kekebalan tubuh kepada masyarakat sehingga penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

"Terobosan Polres Sumbawa Barat pada saat melaksanakan kegiatan Drive Thru berupa pemberian Vaksin kepada lansia pada saat pemberian Vaksinasi kepada lansia yaitu mengajak para lansia dengan mengedepankan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di setiap desa untuk bersama-sama mengajak para lansia untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Vaksinasi dan hasilnya sebanyak 54 orang lansia hadir dalam kegiatan tersebut."tuturnya

H.Tuwuh S.Ap Kadis Kesehatan menyampikan,untuk perkembangan Covid-19 di KSB masih terkonfirmasi Positif terdiri dari 10 orang.Sebaran kasus Covid-19 untuk kecamatan yang bertahan dari tahun 2020 tercatat dalam penyebaran Covid-19 terendah antara lain Kecamatan Jereweh dan Brang Ene.

Sementara untuk Tenaga Kesehatan yang telah tertular Covid-19 terdiri dari angka 47%.Dari masing-masing Desa yang berada di setiap Kecamatan yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat terdapat jumlah Desa yang saat ini masih terpapar Covid-19 antara lain :
a. Kec. Taliwang terdapat 13 Desa
b. Kec. Seteluk terdapat 9 Desa
c. Kec. Brang Rea terdapat 10 Desa
d. Kec. Maluk terdapat 5 Desa
e. Kec.Poto tano terdapat 8 Desa
f. Kec. Sekongkang terdapat 8 Desa
g. Kec.Jereweh terdapat 4 Desa
h. Kec. Brang Ene terdapat 6 Desa

"Hanya KSB untuk jumlah kematian terendah yang terdampak Covid-19 di NTB terdiri dalam angka 1,5%, Sedangkan angka kesembuhan KSB terhitung dalam angka 85% dalam tingkat kesembuhan dalam penularan Covid-19.Dalam menyikapi hal ini perlu kita melaksanakan tracing dan tasting kepada masyarakat sehingga dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19.
"jelasnya

H.Tuwuh menjelasakan,terkait dengan pemberian Vaksin kepada lansia masih minim yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pemberian Vaksin kepada Lansia, kita ketahui para Lansia rentan dalam penularan Covid-19."Untuk ketersediaan Vaksin di Puskesmas Taliwang telah menyediakan sebanyak 30 Vaksin per-harinya yang diperuntukkan kepada para lansia, sedangkan pada saat dilakukan surve per-harinya hanya 3 orang dari lansia yang ikut berpartisipasi."ucapnya

Direktur RSUD Asy-Syifa' KSB dr Carlof menambahkan,kita melihat yang telah terjadi bahwa masyarakat kita masih banyak yang tidak menerima adanya yang meninggal dunia disebabkan oleh penularan Covid-19."Pada saat dilakukan pemakaman sesuai Protokol Covid-19 adanya pihak masyarakat yang melakukan cacian maki kepada pihak tenaga kesehatan yang berada RSUD Asy-Syifa' sehingga dalam hal ini perlunya peran Polres Sumbawa Barat dalam meredam masyarakat yang melakukan perbuatan serupa."harapnya

Kabid P2P Pol PP Sumbawa Barat Alimuddin,SH menyampaikan.Pada saat pelaksanaan operasi yustisi  mengacu dengan peraturan Perda Provinsi NTB Nomor 7 tahun 2020 dan Pergub Nomor 50 Tahun 2020 sebagai tindak lanjut Inpres Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 khususnya di Wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

"Pelaksanaan Operasi Yustisi kita telah melaksanakan setiap harinya dengan titik-titik yang telah ditentukan dengan sasaran lainnya restoran dan cafe serta melakukan penekanan kepada pelaku usaha untuk menyediakan Hand Sanitizer."ujarnya

Ia menambahkan,dalam rangka bulan Ramadhan 1442 H/2021 M kami akan melaksanakan operasi Pro Justitia yang bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan melakukan penyambangan di tempat keramaian serta memberikan himbauan Penerapan Prokes Covid-19.

Kemudian Kadis Perhubungan KSB menyampaikan.Harapan kita semua menginginkan angka penyebaran Covid-19 berada di angka 0 di Kabupaten Sumbawa Barat, terkait penanganan Covid-19 pada tahun 2021 lebih mengutamakan sirkulasi jalan dalam menyikapi penyebaran Covid-19."Dalam hal ini kami telah mengusulkan pendirian posko bersama seperti di Pelabuhan Poto Tano  untuk mengantisipasi terjadinya arus mudik yang dilakukan oleh masyarakat guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 kepada pelaku mudik."jelasnya

Dalam hal ini Camat Poto Tano mengungkapkan,Secara umum kondusifitas wilayah di Poto Tano masih aman terkendali, terkait dengan pemberian Vaksin kepada lansia perlu dilakukannya sosialisasi secara door to door untuk mengajak para lansia agar dapat melakukan Vaksin." Sedangkan untuk Prosedur Covid-19 perlu dilakukan terobosan yang tepat di setiap Desa sehingga angka Penyebaran Covid-19 dapat ditekan."ujarnya

Hal senada disampaikan Camat Seteluk terkait dengan aktivitas dalam penanggulangan Covid-19 di setiap daerah masih ada Desa yang acuh dalam penerapan Prokes Covid-19, seperti pada saat pelaksanaan Acara Agama maupun Acara Pribadi."Dan juga
terkait dengan pemberian sanksi pada saat pelaksanaan Operasi Yustisi kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker agar Pemerintah Daerah, TNI dan Polri serta Dinas terkait yang terlibat dalam pelaksanaan operasi Yustisi dapat memberikan sanksi denda kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker sehingga adanya efek jerah terhadap masyarakat yang melanggar."tuturnya

Camat Taliwang juga menyampaikan, untuk wilayah Kecamatan Taliwang terkait dengan jenazah yang telah terkonfirmasi Covid-19 masih ada pihak keluarga korban yang tidak menerima keluarganya untuk dilakukan pemakaman sesuai Prokes Covid-19.
"Adapun untuk pelaksanaan ibadah Ramadhan di Masjid-masjid yang berada di Kecamatan Taliwang terkait dengan penerapan Prokes Covid-19 masih banyak masyarakat yang tidak menjaga jarak pada saat pelaksanaan ibadah serta masih ada anak-anak yang menyalakan petasan pada saat pelaksanaan ibadah Sholat tarawih diharapkan Dinas terkait dapat membantu kami dalam hal penertiban" jelasnya

Dandim 1628 / Sumbawa Barat  Letkol Czi Sunardi,ST.M.I.P juga menyampaikan,untuk pemberian Vaksin kepada lansia  masih adanya los komunikasi antara pihak Kecamatan dengan pihak Desa dalam mengajak para lansia untuk melakukan Vaksinasi, diharapkan sehabis ini dapat mengatur langkah-langkah yang tepat untuk mengajak para lansia untuk bisa berpartisipasi dalam pelaksanaan pemberian Vaksinasi.

"Dalam mengajak para lansia untuk melakukan Vaksinasi dalam hal ini bisa melibatkan para Tokoh Agama dalam mengajak para lansia kita sehingga ada dorongan yang dirasakan oleh para lansia untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan Vaksinasi.Kita ketahui tugas kita semua adalah bersama-sama dalam memutus penyebaran Covid-19."ucapnya

Sekda Sumbawa Barat juga menanggapi hal tersebut.Koordinasi kita dengan jajaran Pemerintah masih kurang berjalan dengan baik namun Komunikasi dengan Jajaran TNI maupun Polri telah berjalan dengan baik dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dalam hal ini dapat menjadi koreksi bagi kita di Pemerintah Daerah.

"Dalam menyikapi pemberian Vaksin kepada lansia agar setiap Kecamatan dapat menerbitkan jadwal pelaksanaan Vaksin kepada lansia agar seminggu sebelum pelaksanaan Vaksin agar diinformasikan terlebih dahulu kepada para lansia sehingga ada kesiapan yang dilakukan." Jelasnya

Lanjut Sekda, dirinya akan mengusulkan kepada Kominfo untuk menyediakan link pelaksanaan Anev Via Zoom Meeting Online guna dapat melakukan Anev mingguan dengan camat yang berada di setiap kecamatan sehingga dapat terjalinnya komunikasi secara menetap antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah yang berada di Kecamatan bersama-sama membahas terkait penanggulangan penyebaran Covid-19.Untuk daerah yang berada di Zona Kuning penyebaran Covid-19 akan diberikan instruksi secara khusus.

"Untuk Program PPKM secara Mikro mendapatkan apresiasi dari Provinsi kedepannya perlu mengoperasionalkan pengaduan Informasi di setiap Posko.Pesan saya kita jangan terlena dari data Statis karena tidak mengetahui penularannya terjadi dari transmisi lokal ataupun dari mana sehingga Program PPKM secara Mikro dapat mengantisipasi hal tersebut." Pungkasnya (Rozak)


0 komentar:

Posting Komentar