Rapat Kerja KORMI Digelar Di Hotel D MAX.


Lombok Tengah NTB,Journal NTB. Com-Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lombok Tengah, resmi gelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) membahas rencana program kerja.

Bertempat di Outdoor Hotel D Max Praya Lombok Tengah, Sabtu (10/4/2021). kegiatan Rakerda diawali dengan acara pembukaan yang ditandai dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan melantunkan Mars KORMI.

Acara pembukaan di meriahkan dengan dua sajian senam dari ibu-ibu yang tergabung dalam IOSKI Lombok Tengah,  Pembinanya Adalah/ Pengasuh Ibu Hj Suhartiningsih mantan Anggota Dewan.

Hadir dalam RAKERDA tersebut, Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri S.Ip, Ketua KORMI NTB, Nauva Furqony Farinduan, SH. M.BA yang didampingi Ketua Harian KORMI NTB, Islahudin, Ketua KORMI Lombok Tengah, Lalu Hizzi S.Pd dan seluruh pengurus dan anggota KORMI Lombok Tengah.

Ketua Panitia RAKERDA KORMI Lombok Tengah, M. Nabahani, menyampaikan ada sekitar 84 Induk Organisasi Olahraga atau kalau dalam KONI disebut Cabor, yang bisa menjadi potensi untuk digarap dalam kegiatan KORMI.

"Untuk itu dengan segala upaya, karena dipercaya oleh kawan-kawan semua sebagai Ketua Panitia Rakerda, maka kami berharap kita semua berpartisipasi aktif untuk mengikuti Rakerda,"ujarnya.

KORMI lanjut Nabahani, disebagian besar masyarakat Lombok Tengah masih awam dengan yang namanya KORMI dan tugas semua pengurus dan anggota untuk memperkenalkannya kepada masyarakat.

Ketua Umum KORMI Lombok Tengah, Lalu Hizzi S.Pd dalam sambutannya menyampaikan, KORMI merupakan Lembaga alternatif bagi wadah olahraga yang berbasis rekreasi di Indonesia pada umumnya dan Lombok Tengah pada umumnya.

"Selama ini kita selalu disibukkan oleh hingar bingar berbagai macam pemilihan dalam pesta demokrasi malai dari Kadus hingga Presiden, maka kini saatnya untuk mengajak masyarakat berolahraga dan berekreasi sehingga menjadikan masyarakat sehat, segar, bugar dan bahagia,"ujarnya.

KORMI lanjut Lalu Hizzi sebenarnya bukan lembaga yang baru dan bahkan telah ada sejak sekitar tahun 2010 lalu dengan nama Forum Olahraga Masyarakat Indonesia, kemudian diubah menjadi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia dan terakhir agar memiliki kesetaraan dengan KONI, maka dirubah menjadi Komite Olahraga Rekreaksi Masyarakat Indonesia atau KORMI.

"Dulu KORMI awalnya dipegang oleh Bapak Bupati HL Pathul Bahri dan saya sebagai Sekretarisnya dan setelah ada Rapat Kerja Nasional melalui proses yang telah ditentukan saya kini menjadi Ketua Umum Kormi di Lombok Tengah,"jelas Lalu Hizzi.

Melihat potensi olahraga yang bisa digarap lanjut Lalu Hizzi, seperti disampaikan Ketua Panitia Rakerda, maka sebanyak 84 Induk Organisasi, maka anggaran yang juga dibutuhkan bisa dihibahkan ke KORMI juga kompetitif.

"Kalau KONI dengan Cabor 30 dengan anggaran Rp.2 miliar, maka KORMI dengan 84 organisasi induk olahraga maka anggaran yang bisa dikelola bisa mencapai Rp.5 miliar,"ungkap Lalu Hizzi.

Dengan potensi yang dimiliki Lombok Tengah lanjut Lalu Hizzi, salah satunya sirkuit motoGP di KEK Mandalika, maka KORMI harus bertekad agar bisa ikut dalam berbagai rangkaian event internasional di KEK Mandalika tersebut.

"Maka kami KORMI Lombok Tengah berharap, bila ada perhelatan nasional Kormi maka kami, minta agar KORMI Lombok Tengah siap menjadi tuan rumah,"tandasnya.

Sementara itu, Ketua KORMI NTB, Nauva Furqony Farinduan, SH.,M.BA mengapresiasi KORMI Lombok Tengah yang menjadi KORMI Kabupaten/Kota di NTB yang pertamakali menggelar RAKERDA.

"Melihat semangat Ketua Umum KORMI Lombok Tengah tadi maka perlu kami sampaikan bahwa sebelum disampaikan keinginan untuk jadi tuan rumah event nasional KORMI, kami sudah menyuarakan hal itu di tingkat Nasional,"ungkapnya.

Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip dalam arahanya saat acara Rakerda dimulai menyampaikan pengalaman dan arahan mendalam terkait dengan Rakerda.

Bupati mencontohkan, dirinya menjadi Ketua di setidaknya Yayasan yang ada di Lombok Tengah, menjadi Ketua disekitar 14 organisasi masyarakat dan atau juga di organisasi keagamaan.

"Tapi coba cek saja di semua organisasi atau lembaga yang saya ketuai, tidak ada satupun rekening atas nama saya disana. Malah kadang tidak pernah saya tanyakan. Yang mau saya bilang, lima rupiahpun dalam berorganisasi itu harus dikelola dengan transparan,"kata Bupati.

Bupati lebih lanjut mengingatkan, bahwa berbagai organisasi yang ada, dari pengalaman dirinya maka banyak dirundung masalah karena pengelolaan keuangannya yang dinilai tidak transparan.

"Untuk itu dik Hizzi, mohon agar soal pengelolaan keuangan ini benar-benar harus menjadi perhatian dan dikelola dengan seterbuka mungkin. Buka semua kepada kawan-kawan, insya Allah dengan begitu maka semua bisa maju, langgeng dan apa yang diikhtiarkan bisa tercapai,"ucap Bupati. (jntbRDI)

0 komentar:

Posting Komentar