Bravo , Polisi Ungkap Kasus Penyelundupan Motor Bodong Ke Pulau Sumbawa


PRAYA.Journal NTB.Com.

Polisi berhasil mengungkap sindikat penyelundupan puluhan unit sepeda motor bodong  yang akan dikirim ke  pulau Sumbawa. Tersangka dengan menggunakan Trek di tangkap di jalan umum Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Lombok Tengah NTB. Modus para pelaku ini mendapatkan kendaraan itu hasil pembelian dengan harga yang sangat murah. Dua orang pelaku mengaku mendapatkan motor itu dengan harga bervariasi kemudian dijual dengan harga miring juga. " didaerah pulau  Sumbawa kita jual sangat mudah Sebab di sana pembeli tidak mementingkan Surat yang penting kondisi motor bagus laris manis dibeli." Ujar pelaku kepada media di polres Loteng (28/5/2021).

Aksi ini sudah dilakukan tersangka  sudah lama bahkan ia mengaku sudah beberapa kalau pengiriman berhasil Lolos ke pulau Sumbawa.

Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho Sik melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Agus Indra Purnama SIK menjelaskan, Aksi itu terbongkar ketika petugas mencurigai adanya laporan dokumentasi kendaraan bermotor yang tidak ada pada kendaraan tersebut di wilayah Kecamatan Kopang , yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Kanit Buser Polres LombokTengah.

"Jadi kita gagalkan ketika Truk Angkutan Umum itu siap menuju pelabuhan Poto Tano Kayangan  lewati jalan Umum Kopang, Pelaku ini juga mengelabuhi petugas, bahwa kendaraan itu ditutupi." Ungkapnya. 

Polisi terus mengembangkan kasus tersebut dengan koordinasi dengan pihak  terkait  Saat ini, penyidik akan melengkapi berkas perkara tersebut. Para pelaku ini akan dikenakan pasal 481 dan 480 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Kepada masyarakat, agar berhati- hati jebakan sepeda motor atau mobil murah, Apabila masyarakat mengetahui hal tersebut segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. Jangan mudah tertipu dan teriming-iming dengan harga murah, silahkan cek keaslian surat kendaraan ke Kantor Polisi. Apabila calon penjual tidak bisa menunjukan surat BPKB dengan alasan di gadaikan atau apapun juga, maka batalkan transaksi jual beli.," ungkap Kasat. (Jntb-Rdi)

0 komentar:

Posting Komentar