Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Kembali Terima 5 Pucuk Senpi Dari Warga


Belu NTT – Journal NTB.Com-

Personel Satgas Pengamanan Perbatasan RI–RDTL Sektor Timur kembali menerima 5 pucuk senjata api jenis springfield yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat perbatasan dalam waktu dan tempat yang berbeda di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu NTT.

Dalam hal ini, Pos Damar Kipur I menerima satu pucuk dari VD (56) warga Dusun Aisik Aiseban Desa Silawan pada hari Jumat (18/6), Danpos Lakmars Serka Nictesen bersama anggota menerima dua pucuk dari NI (57) warga Dusun Abitas Desa Lakmars pada hari Selasa (22/6), berikutnya pada hari Kamis (24/6) personel Pos Dafala Kipur III juga menerima dua pucuk dari RH (54) warga Dusun Dubasa A Desa Dafala.

Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat, Jumat (25/6/2021) memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi personel jajarannya dalam bertugas sehingga mampu melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat Belu khususnya di wilayah perbatasan.

Dijelaskannya, para Prajurit Wira Yudha Sejati melakukan pendekatan dengan silaturrahmi, anjangsana dan komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat termasuk pendekatan teritorial lainnya seperti pelayanan kesehatan, gotong royong, keluarga asuh dan kegiatan positif lainnya.

"Terimakasih, teruslah berbuat dan berikan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di wilayah perbatasan. Bantu mereka dalam segala hal baik di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, keamanan lingkungan dan jangan membuat pelanggaran yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat karena itu akan merugikan diri sendiri dan keluarga bahkan satuan," ungkap Bayu Sigit.

Selain itu, pria yang dikenal kalem itu juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah begitu besar kepercayaannya kepada Satgas Sektor Timur sehingga dengan kesadaran dan kerelaannya menyerahkan benda yang salama ini mereka simpan rapat.

Ia juga meminta kepada masyarakat yang masih menyimpan benda tersebut baik senjata api, munisi maupun bahan peledak lainnya agar diserahkan kepada aparat terdekat seperti personel pos yang tersebar di sepanjang perbatasan Timor Leste dengan Kabupaten Belu atau ke Mako Satgas.

"Jangan ragu ataupun takut, laporkan saja kepada pos atau Mako Satgas, maka kami akan langsung datang mengamankannya dan masyarakat juga akan merasa aman dan tidak dihantui perasaan was-was karena memiliki barang yang tidak diperbolehkan secara hukum," pungkasnya memberikan imbauan.

Saat ini, kelima pucuk senjata api jenis springfield tersebut sudah diamankan di pos dan akan dikumpulkan di Mako Satgas untuk menjaga keamanannya.(Skm)

0 komentar:

Posting Komentar