Pangdam IX/Udayana Bagi Ribuan Masker Untuk Masyarakat NTB


Mataram – Journal NTB.Com-
Sejak Pemerintah Pusat menetapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akibat peningkatan kasus corona virus desease (Covid-19) di Pulau Jawa dan Bali serta beberapa kabupaten kota di luar Pulau Jawa dan Bali salah satunya Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat perhatian khusus seperti Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Upaya untuk menekan laju perkembangan kasus Covid-19 di wilayah NTB, Pangdam IX/Udayana membagikan 59.600 masker untuk masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang didistribusikan melalui Korem 162/WB.

Berkaitan dengan itu, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH. M.Han., disela-sela kesibukannya mengatakan ribuan masker tersebut sudah tiba di Makorem 162/WB dan akan langsung disebarkan kepada masyarakat melalui Kodim jajaran Korem 162/WB, Kamis (15/7/2021).

"Ini sebagai wujud perhatian khusus dari Pangdam IX/Udayana kepada masyarakat NTB agar dapat meminimalisasi dan bahkan mencegah laju kasus Covid-19 yang kian mengkhawatirkan di beberapa daerah khususnya di NTB," ungkapnya.

Danrem 162/WB kemudian menjelaskan masing-masing Kodim akan menerima jumlah masker yang berbeda sesuai dengan jumlah penduduk di masing-masing kabupaten kota maupun zona kasus terpapar Covid-19. Dengan demikian diharapkan langsung didistribusikan kepada masyarakat sehingga mampu membendung perkembangan kasus Covid-19. 

Adapun rincian pembagian masker tersebut sebagai berikut Korem 162/WB sebanyak 5.000 masker, Kodim 1606/Mataram 9.800 masker, Kodim 1608/Bima 8.400 masker, Kodim 1607/Sumbawa 8.400 masker, Kodim 1628/KSB 8.400 masker, Kodim 1615/Lotim 9.800 masker, Kodim 1614/Dompu 8.400 masker dan Kodim 1620/Loteng menerima sebanyak 9.800 masker.

Jenderal Bintang Satu itu juga menekankan kepada seluruh Kodim jajaran untuk segera dibagikan kepada masyarakat bukan untuk disimpan mengingat NTB sudah masuk zona mengkhawatirkan.

"Terus lakukan sosialisasi dan patroli gabungan atau tindakan lainnya sesuai instruksi dari Pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan baik siang maupun malam agar masyarakat betul-betul sadar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama," tandasnya.(S.Km)

0 komentar:

Posting Komentar