HMS Meminta Pihak Bank Meringankan Pengembalian KUR Penjual Sapi Bima di Jakarta

HMS bersama petani sapi bima di Depok Jawa Barat

Bima.journalntb.com-
Anggota DPR RI komisi IV dari Fraksi PAN membidangi Pertanian, Perkebunan, Kelautan dan Bulog menyampaikan seperti yang kita ketahui bersama bahwa sekarang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pemerintah mendorong dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR), usaha ini dilakukan oleh berbagai perbankan di tanah air dengan persentase bunga dapat dijangkau serta dengan regulasi pengembalian sesuai skema dan besaran pinjaman.

H.Muhammad Syafrudin ST,.MM anggota DPR RI Dapil NTB 1 pulau Sumbawa mengatakan, untuk di NTB khususnya dipulau sumbawa KUR merupakan salah satu langkah yang dipilih oleh para petani dalam mengembangkan usahanya, baik dibidang peternakan maupun dibidang pertanian itu sendiri.

Perihal ini disampaikan oleh HMS usai melakukan rapat melalui zoom metting dengan pihak kementerian koperasi yang diwakili oleh Rizal Damanik selaku Staf Khusus menteri Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) bahwa seluruh pihak bank pemberi KUR baik BRI, BNI, Mandiri maupun BSI.

"Rapat ini sendiri diadakan dalam rangka menyikapi kasus yang menimpa penjual sapi dari Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Bima dalam menyambut idul adha beberapa waktu lalu"Kata HMS tiga periode DPR-RI

Sementara H. Muhamamd Syafrudin yang merupaka anggota DPR RI dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa yang hadir pada zoom tersebut, meminta kepada pemerintah agar bisa membuat skema bantuan berupa pengembalian yang memudahkan petani mengingat kebanyakan dari petani tersebut adalah mendapatkan KUR sebagai modal usahanya.

"Berharap agar langkah ini bisa cepat terselesaikan dan dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan tidak terulang kembali" tegas HMS 

Yang mana dalam kejadian tersebut terdapat kejadian yang merugikan pihak penjual dengan cara di tipu sehingga penjual sapi dari Bima tersebut mengalami kerugian hingga miliyaran rupiah, sementara kasus ini tengah dilaporkan kepada pihak berwajib," demikian Mansyur Arsyad selaku pengacara para petani sapi tersebut menjelaskan

Sementara itu Furkan Sekretaris BMMB kota depok sebagai inisiator rapat tersebut meminta pemerintah membuat regulasi yang bagus untuk penjualan sapi pada musim lebaran yang akan datang, sehingga petani sapi tidak akan tertipu lagi, mengingat sapi bima sangat diminati oleh masyarakat setiap musim qurban tiba, disamping lemaknya yang sedikit juga harganya relatif terjangkau dengan kisaran jumlah yang sangat banyak, dan dapat memberikan bantuan kepada petani yang terkena musibah tersebut sehingga tetap bisa berusaha lagi.

Kemudian, Rizal Damanik staf khusus menteri koperasi dan UKM menyampaikan bahwa memang kedepan harus dibuatkan regulasi yang bagus misalnya dalam wadah koperasi sehingga sistim perdagangan tersebut dilakukan secara kolektif dan tidak sendiri-sendiri, dengan demikian semua proses penjualan dan keberangkatan sapi dari bima hingga kelokasi penjualan akan mendapatkan jaminan.

"Pihak bank yang hadir dalam zoom metting tersebut meminta kepada para korban melalui koordinatornya berjanji akan segera mempelajari kejadian tersebut dan untuk meminta segera melengkapi data masing-masing korban dengan identitas pinjaman"jelasnya (Rozak)


0 komentar:

Posting Komentar