Tiga Orang Saksi Yang Paling Mengetahui Aliran Dana Transfusi Darah Dipanggil Jaksa


PRAYA.JournalNTB.Com. Dugaan Kurupsi Transfusi Darah (UTD) di RSUD Loteng terus diusut oleh  Kejaksaan negeri Lombok Tengah. Pihak jaksa masih Enggan membeberkan jumlah saksi yang sudah diperiksa Dugaan kasus Mark Up Anggaran Rp 2 Milyar itu. bahkan jaksa sangat berhati hati  berbicara soal  nama saksi yang sudah dipanggil terkait kasus tersebut." kita akan beberkan pada saatnya nanti." jelas Kasi Intelijen Catur Hidayat Putra SH  (27/8/2021). 

Penjabat Struktural Kejaksaan Negeri Praya Kasi Intelijen Catur Hidayat Putra SH menjelaskan,  ia  terus mendalami dugaan korupsi jasa pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) di RSUD Praya. dengan memanggil tiga orang saksi kunci juga tim remunerasi. Pemanggilan bagian remunerasi itu untuk dimintai keterangan siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus yang merugikan negara hampir Rp 2 miliar lebih tersebut," hari ini tiga orang pihak RSUD Praya yakni dr Kurniawan ketua remunerasi tahun 2017-2018, kemudian Bendahara Baiq Prapningdiah dan Kasi Rekam Medik Benuriadi telah memenuhi panggilannya." Jelasnya.

Dikatakan Catur Hidayat, Kejari memangil ketiga orang itu karena dianggap paling mengetahui kemana saja aliran dana remunerasi tahun 2017-2018, dimungkinkan ada kaitannya dengan aliran dana biaya jasa pelayanan pengolahan darah di unit transfusi darah (UTD) RSUD Praya, selama ini diduga disalah gunakan.

Catur mengaku, saat ini semua perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri Loteng menjadi atensi Kejaksaan Agung, termasuk dugaan penyalah gunaan dana biaya pengolahan darah di UTD. Catur juga mengaku akan memenggil sejumlah saksi lainya terkait kasus itu." pelan pelan mas nanti juga kami akan beberkan di media siapa siapa yang akan kita periksa selanjutnya. karena kasus ini adalah menjadi atensi Kejaksaan Agung RI." tutupnya.(jntb.Rd)

0 komentar:

Posting Komentar