Unit Tipikor Atensi Kasus Dugaan Mark-Up APBDes Desa Barejulat


LOMBOK TENGAH.
JournalNTB.Com.

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Tengah Menjadi Atensi kasus dugaan korupsi Anggaran APBDes tahun 2019/2021 di Desa Barejulat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah NTB. Kasat Reskrim Melalui Kanit Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) polres Kabupaten Lombok Tengah, Kanit Tipikor Polres Lombok Tengah, IPDA Ichwan Satriawan,SH saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap pelapor terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi tersebut" kita sudah lakukan pemeriksan dengan pelapor, sudah kami  pelajari laporannya kemudian, ini sudah sampai pada tahapan pemanggilan ada 60 saksi dimasing masing Dusun yang ada di Desa Barejulat untuk dimintai keterangannya, termasuk Kepala Desanya." Jelas IPDA Ichwan Setiawan Kanit Tipikor diruangannya Senen (02/8/2021).

Menurutnya, pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut karena Ada saksi lain akan dimintai keterangan atas kasus dugaan Mark-Up APBDes tersebut. Selain itu pihaknya belum bisa memastikan jumlah kerugian Negara." Nanti ada tim Audit yang bicara berapa kerugian Negara atas dugaan Mark-Up Anggaran APBDes Tahun 2019-2021 di Desa Batejulat. Setelah Ada Hasil Audit kalau ada kerugian negara baru kamu tindak lanjuti dengan gelar perkara penetapan tersangka." Jelas IPDA Icwan Setiawan. 

Sementara itu, masyarakat Desa Barejulat yang tergabung dalam Forum Barejulat Bersatu melaporkan Kepala Desanya atas dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2019/2020 di Desa Barejulat ke Polres Lombok Tengah bulan Januari 2021. Najamudin, ketua Forum Barejulat Bersatu saat dimintai keterangan oleh wartawan membenarkan terkait pelaporan tersebut. Ia mengatakan bahwa ini merupakan tahap pemeriksaan setelah beberapa waktu lalu mewakili masyarakat Desa Barejulat memasukkan laporan ke Polres Lombok Tengah. "Ada beberapa poin yang saya sampaikan kepada penyidik, Diantaranya adalah Dugaan Mark-Up  Anggaran Posyandu, RTLH dan beberapa item lain. Selain itu, saya juga membawa beberapa alat bukti pendukung tarkait dugaan korupsi APBDes Barejulat " terangnya.

 Bersama Masyarakat pihaknya berharap Satreskrim polres Loteng  Agar secepatnya kasus dugaan Mark-Up Anggaran APBDes tersebut bisa ada titik terangnya..(jntb)

0 komentar:

Posting Komentar