Program Irigasi Tetes jagung di nilai tidak berjalan, DPD GMPRI Akan lakukan Aksi

Journal NTB Program penanaman Jagung pola Irigasi Tetes yang diluncurkan Gubernur  Provinsi Nusa Tenggara Barat Zulkiflimansyah  tahun 2019, di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sumber biaya dari APBD NTB sebesar Rp 19 Miliar, dinilai tidak berjalan dan gagal Total. 
Pasalnya, masyarakat hanya merasakan manfaat program itu hanya sekali. Selanjutnya, tidak sesuai janji Gubernur NTB saat itu.

Keluhan Masyarakat berdasarkan kegagalan Program Irigasi Tetes Jagung membuat masyarakat mengeluh dan menganggapnya janji Palsu Gubernur NTB karna Program ini terbukti Gagal dan tidak boleh di lanjutkan kembali

Gubernur NTB pernah  memaparkan soal program irigasi tetes ini cukup luar biasa janjinya. Faktanya, malah masyarakat rugi, hanya bisa panen sekali ketika musim hujan saja," 

Pada tahun 2019 Gubernur Provinsi NTB Zulkiflimansyah   menyampaikan program ini bahwa, bisa merubah perekonomian masyarakat, karena bisa panen sebanyak 3 kali dalam setahun. Faktanya, hanya bisa satu kali panen pada musim hujan saja. Malah, program itu sudah tidak diminati petani.

Program Irigasi Tetes patut diduga wadah konspirasi merampok uang negara. Pasalnya tahun 2019, sebesar Rp 19 Miliar APBD Provinsi NTB diserap untuk program Irigasi Tetes di Lombok Utara.

kami simpulkan Gubernur NTB gagal dalam perencanaan. Mereka buat program untuk merampok uang negara.ungkap ketua  GMPRI, Iqra Hapidin , 

Iqra mengatakan  Irigasi Tetes penanaman ratusan ribu jagung itu tidak berjalan, karena dari angka itu, hanya sekitar 1000 pohon bisa hidup. Itu pun tidak semua bisa dipanen masyarakat.

"melihat fakta, masyarakat bilang, tidak pernah panen karena, struktur tanah merupakan pasir, sulit jagung bisa hidup. Parahnya, masyarakat sebut tidak ada manfaatnya, tidak sesuai janji Gubernur NTB"ungkapnya 

Sambungnya lagi Yang lebih aneh, sudah tahu program tidak berjalan, kembali dianggarkan dalam APBD NTB 2020 sebesar Rp 9 Miliar untuk di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

"Mestinya, kalau gagal di KLU jangan dianggarkan lagi. Makanya Kami patut menduga ada konspirasi merampok uang negara di program irigasi tetes ini"


Maka dari itu kami dari Dewan Pimpinan Daerah   Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia NTB (DPD GMPRI NTB) akan melaksanakan Aksi yang akan dilaksanakan pada :
Hari / Tgl  : Senin , 04. Oktober 2021 
Jam  : 10.00 WITA _ Selesai
Tempat Aksi  : Kantor GUBERNUR NTB . & Kantor Kejaksaan Tinggi NTB.

Jumlah Masa Dalam aksi tersebut diperkirakan sekitar 100 Orang dan  Mematuhi Prokes   Covid -19)

Dalam Tuntutan Aksi tersebut 
Meminta Gubernur NTB bertanggung Jawab Atas  Program Irigasi  Tetes Jagung di Desa Akar-Akar Lombok Utara yang tidak Bisa di Pungsikan Sebagaimana Kebutuhan Para Petani.

Mendesak Kejaksaan Tinggi NTB untuk Segera memangil dan memeriksa semua Pihak Yang Terlibat dari mulai Perencanaan Program Irigasi Tetes Jagung Ini sampai dengan Selesainya pembuatan Irigasi Tetes di Desa Akar-Akar, Lombok Utara,
Kami minta partisipasi dan ini juga sebagai undangan kepada rekan rekan media guna  meliput Aksi kami tersebut Katanya.

Kordum : IQRA HAFIDDIN
Korlap 1 : DODI HIDAYAT
Korlap 2 : Ketua DPC GMPRI Kab Lombok tengah
Korlap 3 : Ketua DPC GMPRI Kab Lombok UTara
Korlap 4 : Ketua GMPRI Kab Lombok barat 
Korlap 5 : Ketua DPC GMPRI Kota Mataram. 

0 komentar:

Posting Komentar