Petugas Karantina Pertanian Bersama Polsek KP3 Tano Berhasil Gagalkan Ayam Beku 50 Ton Tanpa Dilengkapi Dokumen

Sumbawa Barat.journalntb.com-
Kapolsek kawasan Pelabuhan Laut Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Poto Tano berhasil mengamankan truk bermuatan ayam beku dari pulau lombok menuju pulau Sumbawa, bertempat di pintu masuk pelabuhan Poto Tano Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat pada rabu (6/10/21) pukul 04.00 wita.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin Sik,.M.IP melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat IPDA Eddy Soebandi,S.Sos mengatakan, diamankannya truk yang bermuatan ayam beku tersebut berdasarkan Surat Keputusan kepala stasiun karantina pertanian nomor 009/Kpts/HK.310/K.50. D/01/2021 tentang penunjukan tim terpadu bersama Petugas Stasiun Karantina Pertanian kls 1 Sumbawa Besar di poto tano.

"Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano, melaksanakan pengecekan kepatuhan kekarantinaan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Nurlana beserta anggota Polsek pelabuhan poto tano dan Koordinator Penanggungjawab Stasiun Karantina Pertanian bapak dr. Erin Ferdianto mengamankan barang muatan berupa ayam beku yang tidak dipengkapi dengan dokumen kekarantinaan yang diangkut dengan menggunakan 1 unit kendaraan jenis truk."ujaranya

Eddy menjelaskan,Ayam beku tersebut berasal dari MC DONALD SRIWIJAYA,  sebanyak 50 karung dengan berat sekitar 2 ton. daging ayam beku tersebut di bawa dari masbagek menuju kecamatan alas dan Kecamatan empang sumbawa besar, karena tidak bisa menunjukan dokumen kekarantinaan tersebut selanjutnya barang muatan diserahkan ke stasiun karnatina pertanian.

Eddy menambahkan,setiap mengirimkan barang harus dilengkapi dengan dokumen yang sah sesuai tujuannya, dan terkait dengan ayam beku yang berhasil diamankan petugas karantina pertanian dan Polsek kawasan pelabuhan laut Tano tersebut pimpinan sangat mengapresiasi.

"Dengan adanya masuknya ayam beku ke kabupaten Sumbawa barat, yang kita khawatirkan harga lebih murah dibandingkan dengan harga ayam pedaging lokal, sehingga yang perlu kita utamakan terkait perekonomian dan kesehatan bagi konsumen itu sendiri"tegasnya (Rozak)

0 komentar:

Posting Komentar