Ditresnarkoba Polda NTB, 2022 adalah tahun pemiskinan sindikat Bandar Narkoba


Mataram,JournalNTB.Com.
Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta Putra Rauf, S.I.K., M.H., dengan tegas menyatakan bahwa tahun 2022 sebagai tahun TPPU atau tahun pemiskinan sindikat narkoba. Hal itu dikatakan  Dirresnarkoba didepan awak media rabu 19/1/2022.
 
Bahwa Saya tegaskan  tahun 2022 adalah tahun TPPU atau tahun pemiskinan sindikat narkoba, dan Ini adalah komitmen kami  tegasnya.
 
Direktur resnarkoba Polda NTB menjelaskan pada 2022 sebagai tahun TPPU itu maksudnya; adalah bahwa semua jaringan sindikat peredaran narkoba, akan dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Artinya tahun 2022 ini mereka para sindikat narkoba terutama para bandar akan kita jerat dengan pasal berlapis seperti yang sudahnya, tapi tahun 2022 ini kita lebih maksimalkan.

Selain itu kita jerat dengan Undang-Undang Darurat Narkoba, dan kita jerat juga dengan Undang-Undang TPPU, ungkap Helmi dengan geramnya
 
Mereka para sindikat terutama bandar itu selama tidak mau hijrah atau meninggalkan jaringan narkoba, maka mereka akan kita TPPU-kan,  kita miskinkan, imbuhnya.
 
Kombes Hilmi, mengungkapkan, dengan alokasi dana Ditresnarkoba Polda NTB yang cukup besar, diharapkan komitmen menjadikan tahun 2022 sebagai tahun TPPU atau tahun pemiskinan sindikat narkoba, dapat terlaksana dengan hasil yang maksimal.
 
Komitmennya Ditresnarkoba ini tidak main-main dan dengan semaksimal mungkin harus bisa terlaksana. Kalau para sindikat penjahat narkoba tidak mau hijrah, maka kami dari Ditresnarkoba akan datang untuk memiskinkan mereka, imbuhnya.
 
Menurut Helmi, komitmen pemberantasan tindak pidana narkoba dilakukan untuk penyelamatan generasi bangsa, mengingat betapa berbahayanya penggunaan narkoba yang disalahgunakan.
 
Sudah sering saya sampaikan, hai para bandar hijrahlah, tinggalkan kejahatan yang merusak generasi bangsa ini, yakinlah kalau kami tidak akan mengusik apa yang sudah kalian dapatkan," tuturnya.
 
Sekali lagi, kalau kalian tidak hijrah maka kami akan datang kepada kalian. Jangankan kalian bersembunyi di gubuk-gubuk atau lorong bawah jembatan, ke lubang semut pun kalian akan kami kejar dan datangi, tegas Helmi.
 
Lebih lanjut musuh bebuyutan para bandar narkoba itu saya menyampaikan, dalam penindakan tindak pidana narkoba pihaknya juga berkomitmen tanpa pandang bulu.
 
Sepanjang memenuhi syarat pidana, kita akan pidanakan, siapapun dia  baik oknum anggota berbaju coklat (personel kepolisian, red). Jadi, Direktur Resnarkoba, Helmi ini tidak akan tebang pilih, percaya itu, katanya.
 
Namun demikian, keberhasilan kami dalam memberantas peredaran narkoba tidak lepas juga dari bantuan masyarakat, yang  teman-teman media. Terima kasih semuanya," tutup Helmi Kwarta.(S.km)
 
 

0 komentar:

Posting Komentar