Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Jangan Ngotot Membenarkan Hoax Dan Cari Sumber Yang Valid.

Mataram,JournalNTB.Com.
Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes  Pol Helmi  Kwarta  Kusuma  Putra Rauf,S.I.K.,M.H mengatakan dia itu harus betul-betul mencari sumber data yang layak, patut dan valid yang bisa dipertanggung jawabkan dan  jangan ngotot membenarkan Hoax, seru Helmi  dengan tegas, pada Senin, 7 Pebruari 2022.

Penyataannya ini merupakan sebagai respon atas bantahan komentar  dari Anggota DPRD Kabupaten Bima, Rafidin di chanel Youtubenya, di mana Helmi diminta agar transparan.

Direktur Reserse Narkoba  pun merespon dengan tegas. Apakah yang selama ini ada yang saya tutup-tutupi,..? tidak ada, semua kasus baik itu adalah masyarakat maupun oknum, pasti saya rilis, imbuhnya,Helmi.

Hal ini dibenarkan oleh rekan-rekan media Hukrim Polda NTB yang selalu aktif mengikuti kegiatan rilis di Polda NTB.

Helmi serius mencanangkan tahun 2022 adalah sebagai tahunnya Tindak Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU).

Jadi pada tahun ini, saya akan melakukan penelusuran aset sebagai tindak lanjut kasus pidana Narkoba pada tahun-tahun sebelumnya, baik itu yang sedang berjalan maupun yang sudah divonis, imbuhnya

Helmi, menambahkan bahwa kedatangan timnya yang ia pimpin langsung ke Dompu dan Bima beberapa waktu lalu adalah dalam rangka penelusuran aset-aset kekayaan mereka.

Terkait dengan adanya isu oknum polisi yang tertangkap di Kabupaten Bima dengan barang bukti Sabu 1 ons dan uang di rekening sebanyak Rp 3M, Sekali lagi saya katakan, itu berita Hoax, tidak benar, ngawur itu, ucapnya dengan tegas saat ditemui Kilas NTB.

Dikatakannya, mengenai oknum ALF yang diisukan ditangkap, tidak benar. Dia dipanggil untuk dimintai keterangan dan diintrogasi terkait adanya jejak perbankan pada rekening salah satu bandar narkoba yang sudah tertangkap.

Saya juga meminta Kasat Narkoba untuk melakukan penggeledahan di kos oknum tersebut, namun tidak ditemukan apa-apa, jelasnya.

Helmi berpesan pada media yang menulis berita hoax, agar banyak belajar. Tanyalah pada sumber yang jelas, agar beritanya tidak ngawur, imbuhnya.(S.jntb)

0 komentar:

Posting Komentar