M Eka Dewan PD Bicara Soal Suksesnya MotoGP di Kek Mandalika

M Eka Dewan PD Bicara Soal Suksesnya MotoGP di Kek Mandalika 

M Eka Harya Putra Anggota Dewan Kabupaten Lombok Tengah NTB dari Fraksi Demokrat ((PD)  tetap memberikan catatan yang perlu diperbaiki untuk persiapan gelaran MotoGP di tahun  2023 nanti. Selain terkait kesiapan sarana prasarana sirkuit serta fasilitas pendukung di sekitar sirkuit Mandalika

Salah satunya soal Mengatasi areal Parkir untuk mengindari Kemacetan di sirkuit, itu menjadi perhatian dari ITDC atupun pihak Dorna. Sehingga perbaikan parkiran sirkuit internasional Mandalika tersebut mendesak untuk dilakukan. Sebagai salah satu persiapan penyelenggaraan event MotoGP tahun depan. Untuk bisa menggelar event balapan bergengsi sekelas MotoGP. persiapannya tidak main-main. Mulai dari sisi kesiapan sirkuit hingga fasilitas penunjang harus benar-benar siap.

Dan, pengalaman menggelar event MotoGP yang baru lalu tentu menjadi poin penting bagi persiapan menggelar event MotoGP tahun depan. "Ibaratnya, kalau kita mau menggelar event MotoGP, persiapannya harus sepuluh kali lebih siap dari pelaksanaan  Motogp Yang  baru lalu," jelas Muhamad Eka 

Apa yang menjadi catatan-catatan yang diberikan oleh pihak ITDC atupun Dorna itu harusnya menjadi perhatian untuk dijawab segera. Termasuk soal peningkatan kualitas jalan menuju sirkuit internasional Mandalika, Soal pengunjung yang ditelantarkan serta Area Parkir, pengaturan jalur Lalu lintas Dalam hal ini kewenangannya tentu ada di tangan pemerintah.

"Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan menuju sirkuit dipandang penting oleh pemerintah setempat untuk bisa menunjang arus lalu lintas. Supaya tidak terhambat lagi seperti pada saat event MotoGP kemarin," jelas Dewan dari Desa Mekar Sari itu.

Kalau dari pergelaran sirkuit, secara umum Eka  menilai sudah Sukses Tinggal beberapa.
pekerjaan yang harus dibenahi yani area parkir yang masih becek sehingga para pengunjung tidak bisa masuk ke area parkiran yang sudah disiapkan penyelenggara.
elevasi tanah di sekitar lintasan balap termasuk perbaikan jaringan drainase. Supaya bisa benar-benar maksimal ketika terjadi kondisi cuaca buruk seperti pada gelaran.MotorGP yang baru lalu.

Kalau pekerjaan yang besar dan berat sudah diselesaikan. Termasuk soal perangkat kesehatan dan marshal, Eka  memberikan apresiasi. Bahwa ternyata tenaga kesehatan dan tenaga marshall lokal, bisa diandalkan. "Kita punya waktu persiapan sebelum ajang MotoGP digelar lagi tahun depan dan, kita optimis semua persiapan yang dibutuhkan bisa tuntas," tandas M Eka.

Kerja keras Lanjut Eka, berbagai elemen telah berhasil menyelenggarakan event MotoGP Mandalika 2022 dengan sukses dan lancar. Gelaran ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut akan menjadi tinta emas dalam catatan sejarah Indonesia setelah 25 tahun absen menjadi tuan rumah.

Secara umum kami menilai gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika berjalan sukses. Tidak ada keluhan berarti dari Dorna, para rider, maupun kru paddock. Ini tentu menjadi capaian besar bagi Indonesia," ujarnya. dalam keterangannya, (23/3/2022).

Keberhasilan Pemerintah menggelar event sport internasional di tengah pandemi merupakan hal luar biasa. Dengan persiapan yang serba terbatas, baik karena adanya pembatasan sosial, penurunan pertumbuhan ekonomi, hingga tarik ulur kepastian Indonesia masuk kalender MotoGP 2022, keberhasilan menyelenggarakan event menjadi capaian besar. 
"Harus diakui persiapan penyelenggaraan event cukup singkat. Sejak dimulai proses pembangunan sirkuit September 2019, maka bisa dibilang event ini hanya dipersiapkan intensif selama dua setengah tahun terakhir," katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan event MotoGP Mandalika ini, sambung Dewan dari Dapil Praya Barat ini memberikan dampak besar bagi kampanye Indonesia sebagai Presidensi G-20 tahun ini. Selain itu event MotoGP Mandalika juga memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Kawasan Mandalika dan sekitarnya khususnya Loteng dan umumnya NTB.
"perekonomian hotel dan penginapan naik dratis, tempat-tempat wisata kuliner penuh, jasa rental kendaraan laris, merupakan dampak jangka pendek dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika," katanya semangat.
Kesan positif dari para para rider MotoGP atas keramahtamahan fans Indonesia maupun pesona alam Mandalika, hadirnya pawang hujan Kata M Eka menjadi iklan gratis bagi pertumbuhan industri pariwisata Tanah Air. Apalagi para rider ini tidak segan menyampaikan kesan mereka baik melalui akun media sosial pribadi maupun ke berbagai media internasional yang meliputi event tersebut. 
"Kami yakin bahwa  ke depan semakin banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam Mandalika dan sekitarnya," katanya. 
Kendati demikian, Eka Harya Putra berharap keberhasilan ini tidak membuat para pemangku kepentingan MotoGP Mandalika terlena. Menurutnya, banyak hal yang harus diperbaiki untuk penyelenggaraan MotoGP maupun event balapan lain di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. 
Pertama, kata Eka BUMN Pariwisata, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku penanggung jawab sirkuit harus memperbaiki kualitas Jalan menuju Mandalika dari segala arah.
Kedua, fasilitas sirkuit mulai dari keterbatasan shuttle bus untuk penonton, hingga parkiran yang masih becek harus segera diperbaiki. Ketiga, rangkaian acara penggiring event balapan yang harus disusun dengan matang.
"Jadi, event balapan hanya sekadar puncak acara, sebelum dan sesudah event harus dirancang kegiatan yang bisa menarik minat para wisatawan untuk berbelanja di Indonesia," sambungnya.
Politikus Partai Demokrat ini, juga mewanti-wanti agar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika benar-benar dirawat sehingga tidak terbengkalai di masa mendatang. Menurutnya, banyak fakta menunjukkan jika pemerintah semangat dalam membangun fasilitas olah raga dan pariwisata tetapi alpa untuk merawatnya. 
"Jangan sampai Sirkuti Mandalika ini menjadi terbengkalai tidak dirawat setelah event olah raganya selesai. Padahal uang negara untuk membangun fasilitas-fasilitas tersebut sangat lah besar," tegas Muhamad Eka. (jntb).

0 komentar:

Posting Komentar