Anggota Dewan Komisi III Angkat Bicara Soal Sintung PARK


Lombok Tengah.JournalNTB.Com. Pekerjaan Proyek Sintung Park yang didanai oleh Pemeintah Pusat melalui dinas Parawisata Kabupaten Lombok Tengah diduga bermasalah.  Proyek yang berlokasi di Desa Sintung Kecamatan Pringgerata itu menyisakan banyak persoalan.
Pasalnya, proyek yang dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 4,9 miliar tersebut tidak kunjung tuntas pengerjaannya.
Mencuatnya pekerjaan tidak beres itu muncul dimana puluhan tukang yang bekerja dalam proyek itu belum diberikan upah atau gajinya. Tidak hanya itu, pedagang yang berada di sekitar Sintung Park juga dihutang dan belum dibayar.
menanggapi Persoalan tersebut  Anggota DPRD Kabupaten Loteng Daerah Pemilihan (Dapil) Jonggat - Pringgarata Andi Mardan Angkat Bucara dia  mempertanyakan kejelasan proyek Sintung Park. Pihaknya meminta kejelasan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng terkait dengan kelanjutan proyek tersebut. Dia juga menilai selama ini Kepala Dispar Loteng dianggap tidak transparan soal proyek tesebut. Pembangunan proyek Sintung Park yang kontrak pengerjaannya dihentikan. Proyek tersebut putus kontrak pada Desember 2021 lalu. Ditegaskan bahwa jika proyek dengan DAK tersebut tidak dikerjakan dengan baik maka secara otomatis sudah mencoreng nama daerah Lombok Tengah." Sampaikan dong apa kendala yang dihadapi, progres pengerjaan sudah berapa persen dan kapan akan dilanjutkan," katanya, kepada Media. Terlebih, tegas politisi Demokrat itu, hajat pembangunan Sintung Park ini untuk Kemaslahatan orang banyak."Kasihan masyarakat, Sintung Park itu menjadi harapan mereka untuk bisa mandiri meningkatkan perekonomian. Janganlah dibiarkan terbengkalai seperti ini," ujarnya. Andi Mardan menantang Dispar Loteng untuk turun ke lapangan sebagai bentuk keseriusan melanjutkan pekerjaan. Pihaknya juga mendapat informasi bahwa terdapat puluhan tukang yang belum diberikan ongkos, "Beberapa bulan lalu kami mendapat informasi sedikitnya 20 tukang belum dibayar. Untuk itu, kami minta dinas jelaskan semua persoalan yang terjadi, jangan diam seperti ini," kesalnya. Salah seorang aktivis asal Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat Syamsul Bahri turut menyampaikan keprihatinannya terhadap beberapa masyarakat yang menjadi korban.
"Kami mendapat informasi bahwa tukang dan pedagang belum dibayar. Kasihan sekali mereka," ucapnya. Untuk itu, Bahri mendorong dinas terkait untuk segera menyelesaikan semua persoalan yang ada. Tidak hanya itu, pria yang juga Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Loteng itu mendorong dinas segera melanjutkan pekerjaannya.
Dia menceritakan, beberapa waktu lalu sempat mempertanyakan kelanjutan pekerjaan Sintung Park ke Dispar. "Dari Dispar sendiri katanya akan menyelesaikan tahun ini. Kami pun masih menunggu perkembangan pengerjaannya," paparnya. Sementara itu, Kepala Dispar Loteng Haji Lendek Jayadi Spd.MPD belum bisa dihubungi. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar