Bimtek Madu Hutan HMS di Pekat Dompu, Menjadi Inspirasi Bagi Peternak Lebah Untuk Maju


Dompu NTB.journalntb.com-
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa H.Muhammad Syafrudin,ST,.MM akrab disapa HMS yang dikenal peduli ikut peran serta kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan dan Pengelolaan Madu Hutan (madu alam) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( BDLHK) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kegiatan bimbingan tekhnis tentang pengelolaan madu hutan merupakan kegiatan dalam rangka memenuhi para peternak madu yang selama ini cenderung tetap berupaya mencari pasaran supaya meningkatkan pendapatannya, hanya saja selalu terkendala dengan kemampuan peternak itu, untuk mengelola hingga menjadi madu yang siap dipasarkan" oleh karenanya bimtek ini diharapkan menjadi ajang belajar bagi setiap peternak, mulai dari proses hingga siap dipasarkan," demikian HMS dalam sambutan pembukaannya dan disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta.

" Saya mengharapkan agar bimtek ini menjadi bagian dalam meningkatkan UMKM dikalangan masyarakat dan meminta para pelaku peternak madu ini memiliki visi untuk maju  hingga akhirnya nanti berharap bahwa kebutuhan madu bisa tersentral di pulau sumbawa walaupun kwalitas madu hutan itu berbeda dan sangat tergantung dengan bunga dimana lebah itu bersarang " terang HMS tiga periode

Muhammad Sukry selaku koordinator kelompok tani hutan (KTH)mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Anggota DPR RI H.Muhammad Syafrudin, ST,.MM yang berperan serta untuk memberikan sangat dalam berusaha madu alami kepada kelompok tani hutan di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

"Bintek ini dilaksanakan bertempat di kantor Balai KPH Tambora di Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu yang diikuti oleh peserta para kelompok tani hutan (KTH) pencari dan pengumpul madu hutan/alam.Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 25 dan 26 Mei 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang" ujarnya rabu (1/6/22).

Lanjutnya,kegiatan pencerahan pada KTH tentang proses pemanen dan penyaringan hasil madu agar mendapatkan hasil 3K  (Kemurnian, Keaslian dan Kebersihan) Kami di Balai KPH Tambora sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini karena menambah pengetahuan bagi para petani madu hutan dan mendapat juga bantuan peralatan.

Harapan kami semoga Bintek Pemanfaatan dan Pengelolaan Madu Hutan ini masih dapat diberikan lagi mengingat masih banyak potensi madu hutan yang berada di wilayah kerja Balai KPH Tambora untuk wilayah Kecamatan Sanggar belum yang memiliki pohon rumah madu dimana satu pohon bisa menghasilkan sampai 150 hingga 250 sarang.

Kemudian harapan lainnya KTH yakni bantuan peralatan dan pangsa pasar serta bantuan modal kedepannya (ini juga disambut baik oleh bapak HMS dengan cara membuat proposal dan disampaikan kepada kementerian LHK tembusan pada  anggota DPR RI H.Muhammad Syafrudin, ST.MM.

"Dalam kesempatan tersebut HMS juga menyerahkan bantuan alat pengolahan madu sederhana kepada peserta kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta dari pekat juga dari tambora serta sanggar, yang kesemuanya adalah peternak madu hutan" pungkasnya (Rozak)

0 komentar:

Posting Komentar