Kejar ADWI, Desa Wisata Diminta Siapkan Diri, Tim Asesmen Segera Turun Lakukan Penilaian


Lombok Tengah. JournalNTB.Com.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Dinas Pariwisata masing-masing Kabupaten/kota saat ini tengah melakukan asesmen bagi seluruh desa yang mengajukan diri menjadi Desa Wisata.
Jika lolos maka Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) akan memberikan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. 

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf. Event ini bertujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 memiliki tujuh kategori penilaian. Kategori tersebut antara lain; pertama, penerapan CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan), and Environmental Sustainability (Lingkungan), Kedua Desa Digital, ketiga Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Keempat Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Kelima Konten Kreatif, Keenam Homestay, dan katagori ketujuh adalah Toilet.

Melalui kategori-kategori ini diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi desa wisata berkelanjutan. Selain itu, juga mampu meningkatkan kualitas desa wisata di Indonesia, serta mewujudkan visi "Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan, dan Mampu Mendorong Pembangunan daerah dan Kesejahteraan" kata Kepala Bidang Pengembangan SDM Ekraf Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah L. M. Hatta saat melakukan rapat pemantapan dan simulasi penilaian di Agro Wisata Sari Bunbao Dusun Bunbao Desa Puyung Kecamatan Jonggat 
Menurutnya, Indikator penilaian yang dibuat oleh tim Asesmen mengacu kepada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). "Saat ini tim Asesmen sedang menggodok indikator penilaian terutama pada skor penilaian dari 7 indikator tersebut termasuk melakukan simulasi metode penilaian kepada desa desa yang akan di asesmen nanti" ujarnya.

Menurut Hatta, puluhan Desa di Kabupaten Lombok Tengah sudah mendaftarkan diri untuk dinilai oleh tim asesmen. Kemungkinan besar penilaian akan dimulai bulan depan. "Sebanyak 61 desa wisata akan dinilai dan beberapa desa lainnya. Hasil ini akan disampaikan ke pusat guna dilakukan penilaian lebih lanjut" jelasnya.

Dia berharap kepada masing-masing Desa yang akan dinilai untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar nantinya ada desa yang masuk dalam ADWI. (**).

0 komentar:

Posting Komentar