Waduh, Empat Pria di Lobar Terciduk Nyolong Kabel milik PT. PLN


Lombok Barat,Journal NTB.Com.
Nasib apes dialami Empat Pria. Mereka harus diborgol polisi lantaran terciduk tengah mencuri gulungan kabel milik PT PLN. Para pria tersebut masing-masing berinisial S alias Antok (32), HT alias Tamrin (35),A (27) dan HA alias Andre (20). 

Keempatnya terciduk Tim Dukep Polsek Kediri bersama warga, di area persawahan Dusun Karang Midang, Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

"Penangkapan pelaku berdasarkan informasi masyarakat ," ungkap Kapolsek Kediri, AKP Heri Santoso, Rabu (28/09/2022).

Dijelaskan Hery, penangkapan pelaku terjadi, Rabu (21/09/2022) lalu. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Tim Dukep Polsek Kediri, langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Hasilnya, Tim Dukep bersama warga menemukan para pelaku tertangkap tangan tengah memindahkan kabel alumunium tersebut. 

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa yang menjadi otak pelaku atas curat adalah S alias Antok. Pria ini mengaku sudah sering mencuri kabel milik PT PLN di sekitar wilayah Lobar.

"Modus yang digunakan  para pelaku dalam melancarkan aksi curat, yakni dengan cara memanjat tiang listrik dan membuka ikatan isolator dengan menggunakan alat berupa tang," bebernya.

"Setelah berhasil, pelaku lalu memotong dan menjatuhkan kabel. Kemudian kabel itu kembali dipotong dengan ukuran pendek dengan menggunakan gergaji besi dan digulung, lalu disimpan dipinggir jalan," sambungnya.

Kabel yang dicuri Antok jenis A3 double. Pelaku ini mengetahu bahwa kabel tersebut tidak memiliki aliran listrik, karena sudah diputus PT. PLN di daerah Rumak. Antok mengetahui hal itu, disebabkan pengelamannya saat menjadi Teknisi Kontrak PLN Tanjung Karang, Kota Mataram.

Sedangkan barang bukti yang berhasil di sita, diantaranya 6 ikat gulungan kabel dengan panjang masing-masing 50 meter, satu unit mobil Pick Up, satu unit Motor merk Honda Karisma, sepasang sepatu warna merah hitam dan satu buah gergaji.

"Terhadap tersangka Antok, telah melanggar pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 5 KUHP dengan ancaman penjara selama-lamanya tujuh tahun," tandasnya.(sjntb)

0 komentar:

Posting Komentar