Audensi Diterima oleh Ibu Kitty Kartika Eka Shanty selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram dan para Staf Bea Cukai, serta pihak lainnya 10 Perwakilan MATARI NTB


Masifnya Distribusi Rokok Ilegal, MATARI Melaksanakan Audiensi ke Kantor Bea Cukai 
Provinsi NTB.
Sampai saat ini peredaran rokok ilegal masih begitu masif dan meluas. Telah banyak upaya 
yang telah dilakukan pihak pemerintah yang bersangkutan untuk memilimalisir dan menghentikan 
peredaran rokok ilegal tersebut, tetapi bukannya berkurang, malah semakin banyak dan menyebar 
di tengah masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka MATARI (Masyarakat Tembakau Anti 
Rokok Ilegal) berinisiatif untuk melakukan audiensi dengan pihak Bea Cukai untuk menemukan 
solusi bersama dari fenomena rokok ilegal. 
Berdasarkan permasalahan tersebut, kami sebagai sebuah lembaga yang dari awal konsen pada 
persoalan petani tembakau dan industri tembakau berinisiatif untuk melakukan audiensi dengan 
pihak dari kantor Bea Cukai Provinsi untuk menemukan jawaban, memberi masukan, serta 
menawarkan gagasan kami tentang cara meminimalisir peredaran rokok ilegal yang semakin 
masif. Selain itu, kami juga sebagai penyalur tangan masyarakat hendak menyampaikan perihal 
minimnya sosialisasi mengenai penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 
pada masyarakat, yang pada akhirnya masyarakat minim pengetahuan tentang Dana Bagi Hasil 
Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)
Adapun hal yang kami sampaikan :
1. Ucapan Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat kepada kami dari MATARI, 
semoga hubungan kantor Bea Cukai Dengan MATARI bisa terus berlanjut, (Ripzy Abdul 
Latif Selaku Ketua MATARI).
2. Bea Cukai sebaiknya melakukan tindakan preventif dari pada ofensif terhadap kondisi yang 
saat ini sedang terjadi yang berkaitan dengan peredaran 

mengandalkan tindakan ofensif, maka masalah peredaran rokok ilegal tidak akan bisa 
terselesaikan (Kholil Bisri, Humas MATARI)
3. Melakukan sosialisasi secara lebih masif dan terarah, baik secara online maupun offline. 
Peredaran rokok ilegal ini pada dasarnya menyasar pedagang UMKM, sehingga perlu bagi 
pihak Bea Cukai untuk melakukan sosialisasi secara masif dan sistematis agar kedepannya 
para UMKM lebih mengerti (Nukman Hadi, Sekretaris MATARI)
4. MATARI siap membantu pihak Bea Cukai untuk mengedukasi dan mensosialisasikan 
tentang rokok ilegal. Pihak Bea Cukai memerlukan perpanjangan tangan untuk terjun ke 
masyarakat yang mampu bergaul dan beradaptasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, 
MATARI siap membantu untuk turun ke masyarakat (Ripzy Abdul Latif, Ketua 
MATARI).
Tanggapan Bea Cukai – Ibu Kitty Kartika Eka Shanty selaku Kepala Kantor Pengawasan dan 
Pelayanan Bea Cukai Mataram : 
1. Terima kasih kepada MATARI NTB yang telah hadir dan peduli dengan peredaran rokok 
ilegal
2. Kami memang memerlukan perpanjangan tangan untuk terjun ke masyarakat, mungkin 
nanti kita bisa bekerja sama
3. Mengenai sosialisasi, kita sudah bekerja sama dengan setiap PEMDA untuk melakukan 
sosialisasi mengenai bahayanya rokok ilegal bagi masyarakat.
4. Di setiap acara besar, seperti Peresean, kita melakukan sosialisasi untuk mengedukasi 
masyarakat.
5. Kami juga bekerja sama dengan influencer seperti Fadly yang merupakan vokalis PADI 
untuk mengampanyekan Gempur Rokok Ilegal.
6. Kami menerima saran dan masukan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi untuk lebih 
baik lagi mengatasi peredaran rokok ilegal dari akarnya.
Sebagai kesimpulan bersama : MATARI dan Bea Cukai memilki tujuan yang sama untuk 
menghentikan peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat dan melegalkan rokok-rokok yang 
ilegal tersebut. Hal ini di lakukan demi kebaikan masyarakat, kesehatan masyarakat, menciptakan 
iklim usaha yang baik, serta untuk kebaikan Negara. Oleh karena itu, kita semua perlu untuk 
bersinergi dan bekerja sama untuk menuntaskan permasalahan rokok ilegal.(jntb).

0 komentar:

Posting Komentar