Para Tokoh Desa Prako berkomitmen Membangun Desa dan mendukung Pemdes

Journal NTB ,Lombok Tengah Pemerintah Desa Prako Dan para Tokoh  berkomitmen bersama membangun 
dan memajukan desa. 
Hal itu tergambar dari adanya diskusi yang digelar 
pemerintah desa dalam 
rangka penguatan dalam 
komitmen membangun 
Desa Prako bersama para 
stakeholder dalam menepis isu miring soal kisruhnya pemerintah desa. Baik 
dalam hal penerbitan Surat 
Keputusan (SK) Kadus dan 
Staf Desa. Terlebih berhembusnya isu dugaan adanya 
pungutan liat (pungli) isbat nikah di desa setempat.
Tokoh masyarakat, Masrun menganggap saat ini di 
Desa Prako telah berkubukubu. Dimana ada kubu yang 
menginginkan perangkat 
desa pesanan, kepala dusun, hingga hembusan sang 
Kepala Desa ingin dilengserkan (diganti, red). Kemudian ada juga kubu yang 
berniat membangun desa 
dengan mendukung semua 
program pemerintah desa 
dan siap pasang badan.
"Kami minta segera diterbitkan SK itu, dan yang terpenting kami delapan (8) 
kadus dari 10 kadus ini siap 
pasang badan mendukung 
dan membela Kades," tegasnya.
Ia menambahkan, semua 
pihak dikatakannya sebagai 
satu tubuh, dan telah disepakati. Artinya, perangkat desa ini memang perlu juga dilakukan evaluasi, 
baik dari segi kelengkapan 
berkas administrasi secara 
lengkap dapat ditunjukkan 
supaya tidak terjadi dikemuidan hari. Tentunya 
dengan azas keberadilan.
Tokoh masyarakat lainnya, Marzuki juga menambahkan, pada awalnya ia 
merasa sedih dengan persolan yang terjadi, namun hal 
itu bercampur juga dengan 
senang karena Desa Prako 
ini dapat mekar dari desa 
induk (Desa Loang Maka, 
red).
"Semua yang terjadi ini 
memang semua tergantung 
pada kades, maka ini merupakan wewenang kades yang 
memimpin. Adapun persoalan ini kades merupakan 
kewenangan dan hak peto 
dan perlu evaluasi bersama 
serta duduk menyelesaikan 
persoalan seperti saat ini. 
Dan perlu diingat, kami mohon kepada semua pihak 
supaya azas keadilan dan 
mengangkat perangkat desa 
harus sesuai aturan." ungkapnya.
Sementara itu tokoh masyarakat lainnya, Masri Jono 
yang merupakan mantan 
Kades Loang Maka menegaskan, memang harus bersikap kooperatif bagaimana 
menyelesaikan persoalan 
di bawah menyangkut apa 
yang terjadi di tingkat masyarakat dan perangkat desa.
"Kita harus saling menghargai, selama ini kita menggunakan aturan, tidak pernah ada persoalan.
Maka, banyak yang harus 
diperhatikan yakni melakukan perbaikan dan segera 
dikerjakan," ucapnya.
Ia menekankan, untuk penyelesaian terhadap persoalan yang terjadi ini harus 
saling dukung baik secara 
moral dan jangan sampai 
masyarakat semua melimpahkan masalah hanya kepada kepala desa. Namun 
ada perangkat wilayah (kadus, red) yang sebagai garda 
terbawah yang harus lebih 
dulu menuntaskan persoalan yang ada."Kalau kita 
bersama maka kita kuat. 
Ayo kita satukan saling 
beri masukan supaya kita matang dan lebih baik. 
Mari kita bersama membacking pak kades, dan semua 
perangkat wilayah. Maka 
sekarang kita fokus ke perangkat staf desa ini supaya 
tuntas," katanya.
"Soal isbat nikah ini juga 
tidak da persoalan. Tidak 
ada pungli di 7 kekadusan 
dan masyarakat aman soal 
hal itu," sambungnya menegaskan.
Sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 
Desa Prako terpilih, Mansur juga sangat bersyukur 
dan bangga karena bersatu, 
dan ini menjadi keberkahan demi pembangunan 
dan kemajuan desa.
"Saya mewakili BPD Prako. 
penting pondasi kuat sesuai aturan dalam melaksanakan segala mekanisme, 
sehingga ke depan supaya 
tidak runtuh. Kami sepakat 
dengan komitmen membangun desa ini," tegasnya.
Selanjuntya, Ketua Forum Kadus Desa Prako 
Sumardi juga mengungkapkan hal senada. Dia 
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas 
kehadiran tokoh-tokoh desa. 
Dimana kehadiran dalam 
artian hal positif membuat 
semangat dalam melawan 
oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan desa.
"Semua yang hadir kali 
ini mendukung kinerja pak 
kades. Dan kami puas dengan kinerja kades. Dan kita 
sepakat di belakang mendukung kades apapun resiko 
dalam perjalanan pemerintahan ini ke depan," jelasnya. 
"Saya secara pribadi mohon maaf apabila ada kesalahan dan meminta saran 
dan masukan dari para tokoh di Desa Prako untuk 
kemajuan bersama," sambungnya.
Sementara, Penjabat 
Kepala Desa Prako, Satar 
menjelaskan, adapun permintaan pansel ini setelah 
mengkaji dan mentela'ah 
baik dari segi aturan itu 
ada celah untuk staf. Sementara untuk pansel kadus tidak ada celah untuk 
dilaksanakan pansel.
Adapun terkait pembuatan SK Kepala Dusun, ia sudah mengajukan hal itu ke 
pihak kecamatan. Namun 
karena desakan dan lainnya 
yang meminta pansel dan 
lainnya, sehingga pihak kecamatan belum memberikan rekomendasi. Sementara berdasarkan Perbub 
Nomor 103 Tahun 2013, 
bahwasanya surat rekomendasi setelah diajukan 
selama 7 hari tidak dikeluarkan, maka Kades sudah 
bisa mengeluarkan SK pengangkatan. Dan, ini sudah 
diajukan 14 hari lalu. Kalau 
demikian ini, maka pihaknya 
akan segera menerbitkan 
SK. "Saya merasa semakin kuat dengan dukungan 
ini. Kalau kita sepakat kita 
akan keluarkan SK perangkat ini dalam 1-2 hari ini. 
Di kabupaten ini kita diminta merumuskan dengan 
SUTK dengan BPD yang sudah ada dan itu tidak ada 
masalah," terangnya.
"Harapan kita seperti sapu 
lidi, bersatu, pasti kita bisa 
lalui dan kuat. Terima kasih dukungannya, dan saya 
semakin semangat dengan 
perjuangan desa ini," ucapnya.

Terpisah Beberapa Tokoh yang di wawancarai  saat Diskusi berlangsung mengatakakan Puas dengan kinerja Kades yang sangat perduli , Hal ini di sampaikan oleh ketua Forum komunikasi Pemuda Pemantek (Fkpp)  Suparja  kalau ada kisruh yang ada di Desa Prako itu cuma dari oknum  yang ingin memnghabat kemajuan Desa , cuma berbicara lewat media seakan Desa ini bermasalah tapi bila turun ke bawah masyarakat aman damai dan terayomi
"Harapan kami Jangan sampai pemerintah itu mendengar lewat media saja turun langsung ke masyarakat sebenarnya tidak ada kisruh yang di kawatirkan kami aman damai Apa yang di dengar kisruh itu cuma perbuatan oknum yang Punya kepentingan pribadi". ,Tutupnya 

0 komentar:

Posting Komentar