Mantan ketua Komisi II Menyoroti Soal PAD dan Aset Pemda Mangkrak


Lombok Tengah.JournalNTB.com. Samsul Qomar Mantan Ketua  Komisi II Menyoroti soal Minimnya PAD dan Banyak Eks Aset daerah Mangkak dikabupaten Lombok Tengah bahkan ia sangat tidak percaya dengan pemda Lombok Tengah dengan target pendapatan Asli daerah (PAD) Berjumlah Rp 300 M. PAD Rp 325 M Tahun 2022 merupakan pelajaran bagi Badan Anggaran (Banggar) dan Transparansi Anggaran pendapatan Daerah (TAPD) Loteng. Hal itu disampaikan SQ Sapaan Akrab pemuda Asal Bagu itu kepada media Rabu (08/3/2023) 

Kata dia, PAD Rp 315 M tahun 2022 merupakan pelajaran bagi Banggar dan TAPD. Tidak hanya itu Organisasi perangkat daerah (OPD) penyumbang PAD juga harus putar otak dan kerja lebih keras lagi." Selain dalam menentukan target PAD harus realistis bukan karena kepentingan bagi bagi jatah karena ini soal keberlangsungan pembangunan diloteng." sebutnya.

Jangan kemudian demi pokok pokok pikiran (Pokir) misalnya Banggar memaksakan target PAD." naik Rp 215 M saja sudah ngos ngosan apalagi sampai Rp 300 M agak susah." Katanya.   

Menurutnya, Terkait Ketegasan OPD dalam pengelolaan Retribusi pajak parkir dan lainnya tidak maksimal, "ada setoran parkir yang tidak masuk akal dan lainnya." tudingnya. Samsul Qomar memberikan solusi kepada Pemda salah satu way out PAD bisa naik? Selain meminimalisir kebocoran bahkan pencurian retribusi, pemda harus ramah mencari peluang Investasi. Sejauh ini baru beberapa Bangunan Hotel dan Villa yang berdiri di Kabupaten Loteng, tentu ini bagus sekali jika bupati memiliki kebijakan memudahkan para investor masuk," mari kita belajar pada pulau dewata Bali dimana Investasi sangat ramah karena PAD akan datang seiring sejalan dengan pembangunan daerah. Jika di kawasan Wisata sudah mulai, tentu pembangunan lainnya di Kota praya maupun di kawasan lain harus dikebut.
Kenapa? Karena kepemimpinan Pathul - Nursiah tahun depan sudah berakhir sehingga tahun ini saatnya pemda lebih banyak memberikan akses kepada investor untuk menanamkan modalnya di Loteng." tegasnya.

Masa jabatan Pathul-Nursiah tinggal satu tahun lebih lagi yakni 2024 tinggal menghitung hari sementara kita sebelumnya sudah di hantam badai pandemi selama dua tahun, jadi pendek sekali waktunya untuk berbuat dan 2023 inilah saat yang tepat." meyakinkan Investor masuk dan membangun daerah ini, tentu kita harus imbangi dengan proses yang mudah dan anti ribet dalam pelayanan publik, banyak yang tertarik mengelola eks Aset kita yang mangkrak kita harus tangkap peluang ini." tutupnya. (jntb).

0 komentar:

Posting Komentar